Inilah Bahasa Kucing di Seluruh Dunia
Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan perhatian.

Bagi anda pencinta kucing tentu sangat menarik jika mengerti bahasa kucing. Mungkin suara kucing kesayangan anda sangat mengganggu dan masalahnya anda tidak tahu apa yang sedang ingin diutarakan oleh si kucing.
Nah. sekarang sudah ada Meowlingual yaitu alat penerjemah “bahasa kucing”.
Setelah berhasil menciptakan Bowlingual (alat penerjemah “bahasa anjing”), Takeda Co meluncurkan Meowlingual. Anda cukup mendekatkan alat ini ke kepala kucing maka dalam beberapa saat, alat ini akan menerjemahkan “bahasa kucing” ke bahasa manusia, seperti “saya tidak dapat menunggu lagi” dan lainnya.
Pasti menyenangkan kalau bisa tahu isi hati kucing kesayangan anda. Mungkin dengan mengetahui apa keinginanya, si pus-pus tidak akan mengeong lagi yang tentunya akan mengganggu tidur anda.

Yang sedikit menggangu, apakah kucing di Jepang dengan di Indonesia mempunyai bahasa yang sama. Sebab kalau tidak berarti mungkin alat ini tidak dapat berfungsi untuk kucing yang lahir di Indonesia. Lihat saja perbedaan bahasa dan tulisan untuk suara kucing berikut ini :
Bahasa Indonesia : MEONG
Bahasa Jepang : NYA
Bahasa Inggris : MIAOW
Bahasa Inggris-Amerika : MEOW
Bahasa Jerman : MIAU
Berbeda bukan?
Seperti diketahui suara kucing memiliki berbagai arti tergantung pengucapannya oleh si kucing. Kucing juga dapat mengeluarkan suara seperti dengkuran panjang yang sering disukai manusia. Karena suara ini bukan merupakan suara vokal, maka kucing dapat mengeluarkan suara dengkuran dan mengeong pada saat yang sama.
Mungkin cara terbaik untuk mengerti bahasa kucing adalah dengan mengenali bahasa tubuh kucing yang sifatnya universal dan berlaku diberbagai belahan bumi.
Ini beberapa contoh bagaimana Anda dapat menebak suasana hati kucing Anda.
- Mendongakkan dan menggerakkan kepalanya ke belakang — seseorang mendatanginya terlalu dekat.
- Setengah matanya tertutup dan memutar sedikit telinganya ke samping – kucing Anda sedang merasa nyaman dengan dirinya
- Mengarahkan telinganya, memutarnya ke belakang, dan mengecilkan pupil matanya — ini adalah peringatan. kucing Anda sedang marah, jadi tinggalkan dia sejenak.
- Pupil matanya membesar meskipun di cahaya terang — kucing Anda terkejut.
- Mengarahkan telinganya, dan membuka matanya lebar-lebar — kucing Anda ingin bermain!
- Mencondongkan telinganya ke belakang, menutup matanya dan sedikit menengok — sedang mengajak berdamai. Kucing Anda memberitahu Anda bahwa dia tidak akan membahayakan Anda dan berharap dia mendapat perlakuan yang sama.
Sedangkan bahasa tubuh lainnya akan dikenali secara mudah jika anda mempelajari secara seksama perilaku kucing kesayangan anda.
Mengenal Raas, Kucing Asli Indonesia
Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
Kucing Raas ini mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai leopard dalam ukuran kucing. Saat ini telah diketahui dua warna yang sering terdapat pada kucing raas, yaitu : buso dan kecubung. Buso adalah bahasa setempat untuk warna abu-abu (blue) seperti yang terdapat pada ras rusian blue atau british shorthair. Sedangkan kecubung adalah istilah setempat yang diberikan bagi kucing yang berwarna coklat.
Adat istiadat dan kepercayaan setempat turut mendukung kemurnian ras kucing ini. Kucing ini ternyata merupakan komoditi penting bagi pejabat maupun pemuka di daerah, karena mempunyai arti dan nilai khusus.

Perkembangbiakannya hanya terjadi di pulau Raas dan sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Hanya kucing jantan yang telah dikebiri yang diizinkan untuk dibawa keluar pulau. Kelahiran anak kucing warna abu-abu selalu dinantikan untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang tertentu ataupun penyayang kucing karena memang sangat diminati.
Dengan adanya perlakuan khusus dari penduduk setempat dalam hal penyebarannya keluar pulau Raas, kemungkinan besar tidak akan terjadi perkembangbiakannya atau persilangan dengan kucing lain ditempat yang baru. Tetapi perkembanganbiakan yang terjadi di pulau Raas itu sendiri belum dapat dipastikan, karena diduga terjadi secara alami tanpa adanya pengawasan atau perlakuan khusus dalam pembiakannya. Diperlukan program pengembangbiakan kucing yang ketat dan terencana untuk menghilangkan atau meminimalkan cacat genetik sekaligus menstabilkan sifat-sifat genetik yang merupakan ciri khas.
Kita berharap semoga kucing Ra’as ini akan menjadi kucing ras asli Indonesia yang bersertifikasi.
Battle Of Surabaya 10 November 45, Mengenang Hari Pahlawan
Indonesia punya hari besar yang didedikasikan untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjasa bagi kemerdekaan republik ini. Pertempuran Surabaya atau kemudian dikenal sebagai Battle of Surbaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, Jawa Timur.
Peristiwa ini tercatat dalam sejarah panjang kemerdekaan Indonesia. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.
Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945.

Mobil Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya Mayor Jenderal Mansergh mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.
Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.
Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Bung Tomo
Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama’ serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Berikut Statistik Battle of Surabaya :
| Pertempuran Surabaya | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia | |||||||
|
Tentara Britania menembaki sniper dalam pertempuran di Surabaya. |
|||||||
|
|||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||
| Komandan | |||||||
| Bung Tomo | Brigjen A. W. S. Mallaby † Mayjen E. C. Mansergh |
||||||
| Kekuatan | |||||||
| 20,000 tentara 100,000 pasukan liar |
30,000 (puncak) didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang |
||||||
| Jumlah korban | |||||||
| 16,000 | 2,000 | ||||||
source : Wikipedia
You Find Now, York Estate Agents
Coalters Estate Agents was started in early 2007 by Reuben Barrett, Managing Director, and Rob Letts, Branch Manager, working from a spare room at Reuben Barrett’s home in York. Coalters Estate Agents York continues to grow and grow by offering a class-leading service to buyers and sellers in the York area. They have ambitious plans to be the most successful estate agents in York through a rigorously pro-active approach to the housing market.

Why Choose Coalters?
5 reasons to choose Coalters Estate & Letting Agents York
- York’s multi award winning estate agent. More »
- Making your home look like a million dollars. More »
- A team of straight-talking estate & letting agents. More »
- With Coalters, the latest technology is built in. More »
- Worry free with a company you can trust. More »

Find more properties here. Hope usefull
Sosrobahu, Teknologi Konstruksi Karya Anak Bangsa, Dipakai Di Amerika, Korea Berkeras Ingin Membeli Hak Paten-nya
Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.


Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.

Latar belakang
Pada tahun 1980-an, Jakarta yang memang sudah mengalami kendala kemacetan lalu lintas, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi meningkatkan infrastruktur lalu-lintas. Sebagai kontraktor saat itu, PT. Hutama Karya mendapatkan order membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani di mana pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.
Dengan permasalahan tersebut, para direksi Hutama Karya berdiskusi setelah mendapatkan order membangun jalan layang antara Cawang sampai Tanjung Priok sekitar tahun 1987. Persoalan rumit diurai, yang diperlukan untuk menyangga badan jalan itu adalah deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk segi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau. Hal ini tidak sulit, yang merepotkon adalah mengecor lengannya (pier head). Jika dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah dengan bekesting gantung tetapi membutuhkan biaya lebih mahal.
Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu. Hanya saja kendalanya adalah bagaimana cara memutarnya karena lengan itu nantinya seberat 480 ton.
Inspirasi dari dongkrak hidrolik mobil
Ketika Tjokorda memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercedes buatan 1974-nya diangkat dengan dongkrak sehingga dua roda belakang bertumpu di lantai yang licin karena ceceran tumpahan oli secara tidak sengaja. Begitu mobil itu tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak. Satu hal yang ia catat, dalam ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apa pun akan mudah digeser. Kejadian tadi memberikan inspirasi bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda tersebut mudah digeser. Bayangan Tjokorda adalah menggeser lengan beton seberat 480 ton itu.
Kemudian Tjokorda membuat percobaan dengan membuat silinder bergaris tengah 20 cm yang dibuat sebagai dongkrak hidrolik dan ditindih beban beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Tjokorda kemudian menyempurnakannya. Posisinya ditentukan persis di titik berat lengan beton di atasnya.
Untuk membuat rancangan yang pas, dasar utama Hukum Pascal yang menyatakan: “Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan segala arah“. Zat cair yang digunakan adalah minyak oli (minyak pelumas). Bila tekanan P dimasukkan dalam ruang seluas A, maka akan menimbulkan gaya (F) sebesar P dikalikan A. Rumus itu digabungkan dengan beberapa parameter dan memberikan nama Rumus Sukawati, sesuai namanya. Rumus ini orisinil idenya karena sampai saat itu belum ada buku yang membahasnya sebab memang tidak ada kebutuhannya.
Masalah lain yang muncul ada variabelnya yang mempengaruhinya, di antaranya adalah jenis minyak yang digunakan yang tidak boleh rusak kekentalannya (viskositas). Urusan minyak menjadi hal yang krusial karena minyak inilah yang meneruskan tekanan untuk mengangkat beton yang berat itu.

Setelah semua selesai, Tjokorda mengerjakan rancangan finalnya yakni sebuah landasan putar untuk lengan beton yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LBPH). Bentuknya dua piringan (cakram) besi bergaris tengah 80 cm yang saling menangkup. Meski tebalnya 5 cm, piring dari besi cor FCD-50 itu mampu menahan beban 625 ton.
Ke dalam ruang di antara kedua piringan itu dipompakan minyak oli. Sebuah seal (penutup) karet menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak tak terdorong keluar, meski dalam tekanan tinggi. Lewat pipa kecil, minyak dalam tangkupan piring itu dihubungkan dengan sebuah pompoa hidrolik. Sistem hidrolik itu mampu mengangkat beban beban ketika diberikan tekanan 78 kg/cm2. Angka ini sebenarnya angka misteri bagi Tjokorda saat itu.
Uji coba langsung di lapangan
Secara teknik penemuan itu belum diuji coba karena waktu yang terbatas, namun ia yakin temuannya itu bisa bekerja. Tjokorda bahkan berani bertanggungjawab bila lengan beton jalan layang itu tidak bisa berputar.
Pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam waktu setempat (Jakarta), pompa hidrolik dioperasikan hingga titik tekan 78 kg/cm2. Lengan pier head itu, meskipun bekesting-nya telah dilepas, mengambang di atas atap pier shaft lalu dengan dorongan ringan sedikit saja, lengan beton raksasa itu berputar 90 derajat.
Ketika pier shaft itu sudah dalam posisi sempurna, secara perlahan minyak dipompa keluar dan lengan beton itumerapat ke tiangnya. Sistem LPBH itu dimatikan sehingga perlu alat berat untuk menggesernya. Namun demikian karena khawatir kontruksi itu bergeser, Tjokorda memancang delapan batang besi berdiameter 3,6 cm untuk memaku pier head ke pier shaft lewat lubang yang telah disiapkan. Kemudian satu demi satu alat LBPH itu diterapkan pada kontruksi beton lengan jembatan layang yang lain.
Penamaan Sosrobahu dan pemberian paten
Pada pemasangan ke-85, awal November 1989, Presiden Soeharto ikut menyaksikannya dan memberi nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan Mahabharata. Sejak itu LBPH tersebut dikenal sebagai Teknologi Sosrobahu.
Temuan Tjokorda digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Mereka bahkan patuh pada tekanan minyak 78 kg/cm2 yang menurut Tjokorda adalah misteri ketika menemukan alat LBPH Sosrobahu itu. Tjokorda kemudian membangun laboratorium sendiri dan melakukan penelitian dan hasilnya berupa perhitungan susulan dengan angka teknis tekanan 78,05 kg/cm2, nyaris persis sama dengan angka wangsit yang diperolehnya sebelum itu.
Hak paten yang diterima adalah dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, “Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN“. Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.
Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad).
Menurut Dr. Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang pada. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis.
Sumber : wikipedia
Aksara Jawa Sudah Masuk Komputer dan Diakui Dunia
Alhamdulillah. Salah satu aksara asli nusantara yaitu Aksara Jawa (hanacaraka) telah diakui dunia sejak 2 Oktober 2009, sehingga aksara Jawa kini dapat dipakai untuk komputer seperti aksara Latin, China, Arab, Jepang, dan sebagainya.
Aksara Jawa sudah diakui UNICODE (lembaga dalam naungan UNESCO yang menangani standar kode aksara pada komputer di dunia). Aksara Jawa ini didaftarkan Ki Demang Sokowaten (Yogyakarta) pada 9 September 2007, dan diakui UNICODE mulai 2 Oktober 2009 atau bersamaan pengakuan UNESCO terhadap Batik. Dengan pengakuan itu, kini kita dapat memasukkan aksara Jawa ke dalam ’font’ komputer kita.

Di atas adalah tulisan Dream Indonesia dalam Aksara Jawa. Menarik ya!. Nah, anda juga dapat mendowload font Aksara Jawa tersebut dan diinstal di komputer anda dengan mudah di sini :
Sekedar tambahan, selaian Aksara Jawa, Indonesia masih memiliki Aksara Asli Nusantara lainnya yang dibagi berdasarkan zamannya sebagai berikut :
Zaman Klasik :
- Aksara Pallawa
- Aksara Siddhamatrka
- Aksara Kawi (Aksara Jawa Kuna)
Zaman Pertengahan :
Zaman Kolonial :
- Aksara Batak (Surat Batak)
- Aksara Rencong (Aksara Kerinci)
- Aksara Lampung (Had Lappung)
- Aksara Jawa (Aksara Jawa Baru / Hanacaraka)
- Aksara Bali
- Aksara Lontara (Aksara Bugis-Makassar)
- Aksara Baybayin
- Aksara Buhid
- Aksara Hanuno’o
- Aksara Tagbanwa
Zaman Modern :
Semoga aksara-aksara asli nusantara tersebut segera menyusul mendapat pengakuan dari UNICODE.
Cara Ngetop Ala Evan Brimob : Telan Cicak Hidup-Hidup
Macam-macam cara yang ditempuh sesorang agar bisa ngetop atau populer bak artis atau selebritis. Salah satunya dilakukan oleh pemilik akun facebook dengan username Evan Brimob. Dalam hitungan hari saja Evan Brimob sudah menggemparkan dunia maya sehingga dalam sekejap nama Evan Brimob menjadi keyword yang paling banyak di ketik di mbah Google dan menjadi headline berita dimana-mana.
Evan Brimob ternyata memang benar-benar anggota Brimob. Entah dengan tujuan apa Evan menulis di status facebooknya : “POLRI GAK BUTUH MASYARAKAT, TETAPI MASYARAKAT YANG BUTUH POLRI. MAJU TERUS KEPOLISIAN INDONESIA, TELAN HIDUP2 CICAK KECIL….”

Tentu saja komentar yang fantastis dan sarat aroma arogansi tersebut mendapat sambutan ‘meriah’ di status facebook nya. Simak beberapa dari mereka yang mengomentari pernyataan tersebut :

pada awalnya Evan dengan lantang mempertahankan pernyataannya :


Berbalas komentar antara Evan dengan Facebook-er lainnya kemudian berpindah tempat hingga ke forum dan didistribusikan ke banyak mailing list. Kontan saja kasus Evan Brimob meledak. Evanpun menuai hujatan dari sana-sini.
Malah tak lama setelah status arogan Evan Brimob tayang, seorang warga Sleman, Wawan, melapor ke Komisi Polisi Nasional dengan mengisi formulir yang disediakan Kompolnas tertanggal 5 November 2009. Wawan mengirimkan formulir pengaduan yang diisinya itu ke situs detikcom, Kamis (5/11/2009). Wawan menulis dalam kolom “Bentuk Perbuatan” di formulir tersebut : “Membuat pernyataan yang melecehkan masyarakat dan beropini negatif tentang masyarakat, secara tidak langsung membuat penyataan yang provokatif dan bisa memperkeruh isu-isu tentang KPK dan Polri……”
Sekarang ini saja, di jejaring Facebook banyak dibuat akun dengan nama “Pecat Evan Brimob” dengan peminat 5.602 anggota hingga pukul 08.00 WIB , “Evan Brimob Bencong” dengan anggota 1.986 dan Arogansi Evan Brimob Indonesia” dengan 2.257 peminat. Dan semuanya mengecam dan mencaci maki Evan.
Belakangan karena merasa tersudut Evan Brimob meralat pernyataannya dan sekaligus meminta maaf pada masyarakat. Evan menulis : “saya mengaku salah dan minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan POLRI dan ralat pernyataan saya menjadi : polri butuh masyarakat…masyarakat butuh polri….maju terus kepolisian indonesia, bangkit indonesiaku, lawan para koruptor dan perusak negeri ini…..”
check it out di akun facebook Evan Brimob
Namun apadaya nasi sudah menjadi bubur. Selain dikecam Evan yang benar-benar anggota Brimob dan bertugas di Tanjung Enim, Sumatera Selatan itu harus diperiksa oleh Propam selama 2,5 Jam (6/11) untuk menjelaskan maksud dari pernyataan kontroversialnya tersebut. Bahkan Boediono, wakil presiden Indonesia, sampai penasaran dan bertanya-tanya siapakah sosok Evan Brimob ini yang sebenarnya dari akun Twitter miliknya.
Meskipun kemudian Evan berupaya membela diri dengan menyangkal bahwa dia telah menulis pernyataan kontroversial tersebut dengan mengatakan bahwa akun Facebooknya di jebol oleh hacker Palembang sebagaimana kutipan berikut dari SriwijayaPost:
……Evan mengaku bahwa facebook miliknya diubah password-nya karena sejak satu minggu lalu tak bisa dibuka. Evan mengakui password miliknya adalah tanggal lahirnya, namun sejak seminggu lalu berubah…..
…..Evan bersikeras mengaku dirinya tidak menulis seperti yang dihebohkan sekarang. Hasil penyelidikan FB Evan telah diambil oleh hacker asal Palembang…..
Hal tersebut sulit untuk dipercaya jika ternyata toh Evan Brimob dapat menulis pernyataan maaf di akun yang sama!
Semoga Evan menyadari hal ini dan dapat dijadikan pengalaman berharga buatnya. Evan sudah meminta maaf dan mari semua pihak tidak memperkeruh lagi kasus ini.
Demikianlah Cara Ngetop Ala Evan. Semoga pula Evan dan yang lainnya tidak harus ‘menelan hidup2 cicak kecil‘ jika hendak ngetop ala selebriti atau artis…..

dari berbagai sumber
Mantap! Tower Tertinggi di Sharjah Arab Itu Hasil Karya Anak Bangsa
Mantapzz….Satu lagi karya anak bangsa yang diakui oleh negara lain, yaitu bangunan Arab Pearl Tower yang akan menjadi gedung tertinggi di Sharjah Uni Emirat Arab.
Gedung Arab Pearl Tower yang berdisain cukup artistik ini ternyata di disain oleh seorang warga negara Indonesia yang sedang mencari sesuap nasi alias menjadi tenaga kerja di negara petro dollar Uni Emirat Arab. Gedung tertinggi di Sharjah ini terdiri dari 56 lantai yang terletak di area Al-Khan, nantinya akan diperuntukkan untuk kegiatan komersial, seperti hotel dan perkantoran serta toko-toko retail.

Dalam sebuah pernyataannya – Hanif nama dari disainer gedung tertinggi di Sharjah ini mengatakan bahwa dirinya ingat betul sewaktu di-amanah-kan untuk mendesain bangunan tersebut, yang pertama kali ia lakukan adalah menelpon kedua orang tuanya untuk meminta restu agar semua yang akan ia rancang dapat berjalan lancar, karena menurutnya dalam proses modelisasi struktur yang rumit terkadang akan membuat kepala pusing dan mengalami stress disebabkan desain bangunan harus selesai sesuai jadwal dan belum lagi ditambah adanya perubahan-perubahan arsitektural yang terkadang mendadak, dengan restu kedua orang tua dan tidak lupa memohon doa kepada Allah semuanya diharapkan berjalan mulus seperti yang ia inginkan.
Ditambahkannya, desain bangunan dari gedung Arab Pearl tersebut menggunakan standar UBC 97 dengan zona gempa 2A. Analisa-analisa dinamik telah dilakukan untuk menghindari efek terburuk yang akan terjadi mengingat Sharjah sangat dekat dengan Iran yang rawan gempa.
Gedung ini juga didesain agar tahan terhadap tekanan angin sampai dengan kecepatan 160 km per jam. Perhitungan tidak hanya dilakukan dengan mengggunakan software tapi juga dengan metode manual (hand calculation) untuk pengecekan ulang.
Hanif sendiri merupakan alumni S1 dari teknik sipil ITS Surabaya, kemudian melanjutkan kembali kuliah S2 nya di Ecole Centrale Paris Perancis. Selain gape dalam urusan perteknikan, ia juga cukup mumpuni dalam berbahasa Arab dan wawasan ke Islaman.
Simak Iklan Gedung tersebut di media internet :
The authenticity of the past and modern present and future expectations. The values of interdependence, fraternity and cohesion. Presenting a modern tower with a scope of view like a genuine gem. That tower is, The Arab Pearl Tower.. comprising luxurious offices and luxury hotel wings for sale, which will meet prosperous life, and business successes.

Dan berikut Deskripsi dan Fasilitas bangunan tersebut :
The Tallest Commercial & Hotel Tower in Sharjah
Usage : Hotel suites & Offices, Commercial Retail store.
Location : Al Khan Lake, Sharjah. Near Al Qasba canal.
Property Description & Facilities :
• 2 Basement parking
• Ground floor (Commercial retail Store)
• 1-6 LEVEL (6 floors Offices/Parking)
• 7-16 Level (10 floors of Hotel Suites)
• 17-50 Level (40 floors of Offices)
• Helipad
• Health Club / Gym / Swimming Pool
• Squash Room / Snooker / Billiard Halls
• Recreational Amusement
• CCTV Security Camera
Handover : December 2010
Status : Under Construction
Semoga akan semakin banyak lagi karya-karya anak bangsa yang di akui oleh negara-negara luar dan dunia. Bravo Hanif..!
pustaka : EraMuslim
Penting! Inilah Transkrip Rekaman Skenario Kriminalisasi KPK
JAKARTA – Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian RI dalam perkara dugaan penyalahgunaan wewenang. Banyak pihak meragukan kasus ini, bahkan tak sedikit yang mengganggap terseretnya kedua wakil ketua KPK bidang penindakan itu adalah rekayasa semata untuk menggembosi keberadaan KPK.
Belakangan, kuasa hukum Bibit-Chandra, Ahmad Rivai mengaku memiliki bukti rekaman rekayasa kasus KPK. Bibit pun sempat menuturkan bukti tersebut sudah ditangan Ketua KPK sementara Tumpak Hatorangan Panggabean.
Rekaman tersebut diduga berisikan percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Wisnu Subroto (mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen) serta beberapa orang lainnya. Namun, nama Abdul Hakim Ritonga (Wakil Jaksa Agung) kerap disebut. Dalam percakapan terkuak rencana untuk menyeret pimpinan KPK dalam perkara suap dari bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo.
Berikut cuplikan transkrip rekaman rekayasa kasus KPK yang diperoleh sejumlah wartawan.
Wisnu ke Anggodo (23 juli 2009)
“Bagaimana perkembangannya,”
“ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes”
“pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama
salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus balik ke sini,
terus action”
“RI-I belum”
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal”
Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009)
“Yo pokoke saiki Berita Acarane kene dikompliti”
“wes gandeng karo Ritonga kok dek’e”
“janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir senen”
“…sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”
“lha kon takok’o Truno, tho”"yo mengko bengi, ngko bengi dek’e”
Hadi Atmoko ke Anggodo (27 Juli 2009)
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far semua,”
“sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono Pak, yang Antasari
itu Pak”Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat
dengan KPK Pak”
“Ada pertemuan di nya di ruang rapat Chandra”
Anggodo ke Kosasih (28 Juli 2009)
“Kos, itu kronologis jangan Lu kasih dial oh Kos”
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan”
“Cuman Lu harus ngomong sama dia:’terpaksa Lu harus jadi saksi’,
karena Chandra Lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng”
Anggodo ke seorang wanita (28 Juli 2009)
“Besok kon tak ente…, ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsono itu bajingan
bener, sebenarnya dia mengingkari semua”
“besok penting ngomong. Edi ngingkari Pak, padahal Antasari bawa Chandra”
Anggodo ke Par (penyidik) (29 Juli 2009)
“Kelihatannya kronologis saya yang benar”
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalulintas. Saya sudah
ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok”
Anggodo ke Wisnu (29 Juli 2009)
“Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana Pak”
“Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita
ini yang jadi salah”
“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra”
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, gak apa-apa kan Pak”
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah”
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia
nutupin dia yang perintah…perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra
itu ga ngaku. Terus siapa yang ngaku”
“ya you sama ARI”
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra”
“Nggak,’saya dengar dari Edi”
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edinya nggak mau ngaku,
gitu Pak,’dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit,’
gimana bos?”
“Ya ndak apa-apa”
Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009)
“Pak tadi jadi ketemu?”
“Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh
dikompromikan disana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Sus, dia juga
ketemu Pak Sus lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku
susah kita.”
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra
atas perintah Antasari”
“Nah itu”
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa
ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu
kejadian”
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia
curiga duite dimakan Ari.”
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada disitu, diwalik sama-sama doa,
Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya ga jadi
masalah pak, itu saya suruh…”
“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih,
kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu”
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi Ade Rahardja
segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu
siapa Pak? Kan nggak nyambung pak”
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga
tahu kan, karena kalo ga ada yang merintah Chandra Pak, nggak nyambung
uang itu lho’
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau edi nggak ngaku ya
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”
“kan saksinya kurang satu”
“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo”
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan”
“kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama
saja kan, ha ha ha…”
“suruh dia ngaku lah Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma pak punya temen.”
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu
Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia nggak usah
masalahin. Itu kan urusan penyidik”Yang penting dia ngakuin itu bahwa
dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja”
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan.
Sudah selesai…”
“Tapi, kalo dia nggak Bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno”
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno”
Anggodo dengan seorang wanita (6 Agustus 2009)
“iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae Yang, ojo
ragu-ragu…”
Anggodo dengan …(7 Agustus 2009)
“menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar”
“Male bilang tidka bagus, karena pemberitaannya hari minggu, orang
sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main”
“Truno minta TV dikontak hari ini, supaya besok counternya dari Anggoro”
Anggodo dengan …(8 Agustus 2009)
“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma abang saja tahu bahwa BAP nya
Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang
dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong”
“Siap Bang”
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu
sindikat mau memeras kita, ya Bang”
“iya”
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita
laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kit anggak usah
ngomong. Pokoknya si edy nggak tahu kita.
“Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu Bang”
“iya”
“sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa
Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar.
Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh Bos”
“Iya”
“menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana teresbut
kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa”
“Betul”
Alex dengan Anggodo (10 Agustus 2009)
“Secara keseluruhan apik. Anggoro nggak lari”
“Kenceng dia ngomonge”
“Kenceng. Tak rekam banter mau”
“Y owes. Terus poin-poinnya tersasar, kan?”
“Sudah”
“Tidak lari. Ciamik dee njelasnoe”
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus
tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro karena ada
testimony, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan
oke.”
“Mengenai cekal, salah sasaran”
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk
semua.”
Alex dengan Anggodo dan Robert (10 Agustus 2009)
“Iya memang dicuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit,
kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari
dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru
disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bonaran, kalo itu bukan
penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro
itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press rilis hari ini.”
Namun jangan buru-buru percaya. Benarkah transkrip tersebut atau dengan kata lain tidak ada rekayasa kata-kata di sana? Namun jika anda percaya beri dukungan untuk Bibit dan Chandra di sini.
Bebaskan Bibit Chandra di WordPress.com
atau
Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto
Semua blog tersebut juga menyediakan tautan unduhan template surat jaminan, agar blogger bisa ramai-ramai menjadi penjamin pada surat penangguhan penahanan atas Bibit dan Chandra.
sumber : Okezone.com, Liputan6













