Korowai dan Kombai, Manusia Pennghuni Pohon dari Irian Jaya

Nun jauh di pedalaman rimba Irian Jaya, di dataran rendah teluk sungai Brazza (?) di kaki pegunungan Jaya Wijaya hidup suku Korowai dan Kombai. Nyamuk dan ancaman perang antar suku menyebabkan mereka membangun rumah mereka di atas pohon. Bahkan sebagian dari mereka tinggal di rumah di atas pohon setinggi 40 m….

gravity_defying_08_tree

Papua_Kombai_tree_people_Uzel (1)

Suku Korowai dan Kombai tinggal di wilayah Indonesia dan sudah pasti mereka juga penduduk Indonesia. Namun sangat jarang ditemukan literatur mengenai mereka dalam bahasa Indonesia. Justru banyak peneliti asing yang mengunjungi mereka dan mempelajari kehidupan suku mereka yang unik.

Korowai adalah salah satu suku di Irian yang tidak memakai koteka. Kaum lelaki suku ini memasuk-paksa-kan penis mereka ke dalam kantong jakar (scrotum) dan pada ujungnya mereka balut ketat dengan sejenis daun. Sementara kaum perempuan hanya memakai rok pendek terbuat dari daun sgu. Sagu adalah makan utama mereka.

Sedangkan pria Suku Kombai menggunakan ‘koteka’ dari paruh burung besar. Senjata mereka adalah panah yang matanya terbuat dari tulang.

native-people-living-in-tree-houses

Mereka hidup sangat bersahaja di dunianya. Entah mereka mengenal tidak siapa presiden mereka. Apa yang dilakukan capres-capres dengan segunung janji dalam kampanye mereka sekarang ini. Siapa Manohara. Apa isi email Prita. Siapa Michael Jackson. Mungkin mereka bahkan tidak perlu tahu. Di sini waktu seperti terhenti.

sumber : papuatrekking.com

About these ads

14 responses to “Korowai dan Kombai, Manusia Pennghuni Pohon dari Irian Jaya

  1. saya jatuh cinta dengan papua ke aslian almnya yg gk pernah di tmukn di manapun hutan yg sangat lebat dan panorama alm yg sungguh cantik…I LOVE PAPUA?

  2. Hi..

    I just finished watching a program about Kombai clan on BBC Knowledge Indovision.I thought it was in Africa, then I found out it is in Papua..
    I search on Internet about it.

    really amazing..

    • hai jack, gue kurang sependapat dengan terminologi “sengsara” yang lo pakai :) itu budaya mereka, cara hidup yang terbaik buat mereka, kesatuan manusia dengan alam yang mmg sdh terbangun selama berabad-abad (see: bioregionalism). siapakah kita sehingga menganggap peradaban mereka sebagai “sengsara”? justru memaksakan modernitas dan meniadakan adat mereka itu yang membuat mereka sengsara, spt pada saat Soeharto memberlakukan Keppres yang menyamakan semua unit masyarakat hukum adat (seperti nagari, padukuhan, dusun, pekon, gampong, dsb) menjadi DESA. struktur masyarakatnya rusak.

      please bedakan budaya dengan kesengsaraan.

      • Benar sekali, mereka bukanlah ‘orang sengsara’ dan bukan orang miskin. Berbahagialah mereka yang tidak memiliki kosa kata miskin dan sengsara. Mereka hidup seia sekata diantara kelompoknya dan berbagi makanan tanpa berebutan seperti orang kota. Sebenarnya merekalah yang hidup penuh kebahagiaan (meski bagi orang kota mereka terlalu sederhana). Sekiranya orang kota bisa hidup secukupnya tanpa kerakusan mengumpul harta dan uang utk diri sendiri maka pasti keadaan orang kota akan lebih baik dan nyaman seperti mereka, suku Korowai.

      • ya,,aku setuju dengan koment mquinooo,,mereka juga punya cra bertahan hidup sendiri ,,jikalau kita memaksakan mereka dengan peradaban modern seperti kita ini,,itu hnya akn di anggap mereka suatu pengrusakan adat mereka,,kadang alam bersahabat jika kita tidak mengganggu adat yang sudah mereka jalankan berabad2

  3. salam kenal dari Pekanbaru-Riau, saya senang sekali melihat ke asli-an dan ke asri-an hutan Papua, beda banget dengan hutan di Riau yang sudah berganti dengan kebun sawit. Mudah2-an suatu saat saya bisa melihat kecantikan dan keunikan dari hutan Papua ini secara langsung, Amien….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s