Kapal Perang Malaysia Terbakar, Pasukan Bendera Indonesia Serang Malaysia

Kapal Perang Malaysia memang terbakar pagi kemarin (8/10).  Namun kabar  Pasukan Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat) Indonesia yang hendak menyerang Malaysia disaat yang bersamaan  dan meskipun Malaysia menanggapi serius isu yang beredar di internet Rabu kemarin, terkait rencana “invasi” yang dilakukan sekelompok warga negara Indonesia ke negara itu hanyalah isu belaka, apalagi hanya berbekal bambu runcing. Nonsens.

Sebagaimana Situs New Straits Times Rabu kemarin melaporkan kelompok Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) akan menginvasi Malaysia dengan mengirim 1.500 orang bersenjata bambu runcing. Dilaporkan mereka berangkat ke Malaysia menggunakan kapal laut, berita tersebut adalah hoax.

Tetapi Kapal Perang Malaysia milik Tentera Diraja Laut Malaysia (TDLM) memang benar terbakar.  Menurut Berita Harian Online peristiwa kebakaran terjadi pukul 6.30 waktu setempat ketika kapal itu sedang membuat persiapan penghantaran logistik ke Markas Wilayah Laut 2, di Kota Kinabalu dan dijadwalkan akan belayar Senin ini. Ketika kejadian, 77 anggota termasuk enam pegawai dan 22 pelatih sedang bertugas dan usaha memadamkan kebakaran dijalankan sejurus menyadari kebakaran.  Dengan bantuan 2 pasukan Pemadam Kebakaran (Bomba) dan pasukan lainnya api dapat dipadamkan 8 jam setelah kebakaran.  Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

mainpix

DI PORT DICKSON, Menteri Pertahanan, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, menjelaskan kebakaran tidak ada unsur sabotase  dan tidak kena mengena dengan ancaman kumpulan Benteng Demokratik Rakyat (Bendera) Indonesia yang dikatakan mahu menyerang Malaysia.  Diduga penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik.

Ini adalah kebakaran yang kedua kalinya bagi kapal perang berumur 40 tahun tersebut.  Kebakaran pertama terjadi tahun 2002 silam……

About these ads

One response to “Kapal Perang Malaysia Terbakar, Pasukan Bendera Indonesia Serang Malaysia

  1. Malaysia sebagai negara persekutuan tidak pernah ada sampai tahun 1963. Sebelumnya, sekumpulan koloni didirikan oleh Britania Raya pada akhir abad ke-18, dan paro barat. Malaysia modern terdiri dari beberapa kerajaan yang terpisah-pisah. Kumpulan wilayah jajahan itu dikenal sebagai Malaya Britania hingga pembubarannya pada 1946, ketika kumpulan itu disusun kembali sebagai Uni Malaya. Karena semakin meluasnya tentangan, kumpulan itu lagi-lagi disusun kembali sebagai Federasi Malaya pada tahun 1948 dan kemudian meraih kemerdekaan pada 31 Agustus 1957.

    Pada 16 September 1963 sesuai dengan Resolusi Majelis Umum PBB 1514 dalam proses dekolonialisasi, Singapura, Sarawak, Borneo Utara atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Sabah berubah menjadi negara bagian dari federasi bentukan baru yang bernama Malaysia termasuk dengan Federasi Malaya. dan pada 9 Agustus 1965 Singapura kemudian dikeluarkan dari Malaysia dan menjadi negara merdeka yang bernama Republik Singapura. saat tahun-tahun awal pembentukan federasi baru terdapat pula tentangan dari Filipina dan konflik militer dengan Indonesia.

    #####

    Setelah melihat sejarah singkat dari Malaysia, kita bisa melihat kalau sebetulnya Bangsa Malaysia itu tidak ada dan ada setelah di tahun 1964 “mendapatkan” kemerdekaan dari Britania. Diawal terbentuknya juga terdapat banyak konflik antara Bangsa baru tersebut dengan Bangsa-bangsa lain yang sudah ada sebelumnya di sekitarnya. Konflik politik dengan Singapura dan Brunei yang berlanjut keluarnya Singapura dan Brunei dari Malaysia. Konflik kepemilikan daerah Borneo Utara atau Kalimantan Utara dengan Indonesia, Filipina dan Brunei juga menghiasi awal pembentukannya.

    Seperti diketahui bahwa Malaysia itu tidak ada dan baru ada baru-baru ini setelah dibentuk oleh pemerintahan kolonial Britania. Berbeda seperti Filipina, Brunei dan Indonesia yang memiliki sejarah panjang atas daerah-daerah yang dikalimnya. Malaysia mengklaim daerah-daerah yang ingin dikuasainya hanya berdasarkan sejarah kesultanan disemenanjung Malaka dan pemerintahan kolonialisme Britania di Borneo Utara atau Kalimantan Utara. Melihat runutan sejarah yang valid dari terbentuknya kekuasaan Malaysia adalah kekuasaan Kesultanan di Semenanjung Malaka.

    Borneo Utara yang terdiri dari Serawak dan Sabah sampai saat ini setatusnya di PBB (UN) adalah Non-Self-Governing Territories. Karena berdasarkan perjanjian bangkok tahun 1967, Borneo Utara (Sabah dan Serawak) akan diadakan pemilihan yang disponsori oleh PBB untuk menentukan keinginan rakyat Borneo Utara. Tapi sampai saat ini tidak ada isyarat dari Malaysia akan melakukan pemilihan itu, sehingga klaim Brunei, Filipina dan Indonesia atas daerah tersebut menjadi menggantung. Padahal sesuai sejarah yang valid atas klaim daerah tersebut Brunei. Filipina dan Indonesia lebih memiliki catatan sejarah didaerah tersebut ketimbang Malaysia yang tidak memiliki history atas daerah Borneo Utara. Sehingga tahun 1965 Indonesia menyatakan perang terhadap Malaysia karena tidak mengindahkan perjanjian Manila yang telah disepakati tahun 1964 untuk melakukan pemilihan suara atas daerah tersebut.

    Tidak hanya didaerah Borneo Utara saja konflik internasional yang dihadapi Malaysia, tapi juga menyangkut beberapa klaim atas daerah yang sudah diduduki oleh Singapura. Pulau Batu Puteh dikalim oleh Malaysia dalam petanya tahun 1979, tapi Singapura melakukan penolakan atas peta tersebut dan membangun sebuah mercusuar dipulau seluas 0,8 hektar tersebut. Dan konflik itu meluas hingga konflik masyarakat dan militer walaupun tidak sampai meletus bentrokan bersenjata antara kedua belah pihak. Hingga akhirnya pada sidang dimahkamah internasional pada 23 mei 2008, Singapuralah yang mendapatkan klaim atas satu pulau strategis dijalur pelayaran internasional tersebut. Hal ini membuat Kesultanan Johor merana dan marah, karena merasa pulau-pulau tersebut adalah milik Kesultanan Johor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s