Wow! Menara Tinggi Di Dunia Itu Ada Di Jakarta, Untuk Apa?

Indonesia pada tahun 2012 ditargetkan punya menara tinggi di dunia! Wow!.  Akan tetapi apa kegunaannya jika memiliki menara setinggi 558 meter tersebut.

Apakah cuma untuk gagah-gagahan saja agar dapat mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, pun rekor menara tertinggi saat ini yaitu CN Tower di Kanada setinggi 533 meter.  Walaupun masih belum mampu menandingi Menara Burj Dubai di Arab setinggi 818 meter dan KVLY-TV Mast setinggi 650 meter, perlukah sampai mengucurkan dana hingga konon sebesar Rp. 5 Triliun (detikFinance.com) untuk penyelesaiannya.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang belum lama ini meninjau pembangunan menara itu mengatakan, saat ini pembangunan Menara Jakarta itu sangat penting untuk Kota Jakarta.

Sebab, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomonikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center. “Menara Jakarta akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta,” ungkap Fauzi Bowo.

Dengan begitu, diharapkan dapat membantu meminimalisir tumbuhnya hutan menara di Jakarta.  Jika pembangunan Menara Jakarta itu tuntas, ke depan diharapkan kesemrawutan soal banyaknya menara seluler yang dikritik warga dapat dikurangi. Setidaknya kabel-kabel akan berkurang karena diganti dengan jaringan fiber optik.

Memang benar. Menara Jakarta akan dijadikan pusat pusat menara-menara base tranceiver station (BTS) agar Jakarta tidak menyerupai hutan menara. Saat ini menara BTS diperkirakan mencapai 3.400 menara. Karena itu, Pemprov DKI akan mengatur penempatan menara menjadi tiga pola persebaran dan menjadikan Menara Jakarta di Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai pusat menara BTS. Selain itu, setiap operator seluler dan provider internet juga diwajibkan memakai jaringan kabel serat optik (fiber optic network) untuk akses jaringan di dalam kota.

Menara Jakarta sangat representatif untuk dijadikan pusat menara BTS di Jakarta. Sebab, menara yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektar ini merupakan sebuah pengembangan terpadu yang terdiri atas menara telekomunikasi dan penyiaran multifungsi, dengan ketinggian 558 meter. Belum lagi, jaringan utilitasnya didukung berbagai fungsi properti sehingga menjadi sebuah destination center.

Dengan adanya sarana pendukung ini, maka manfaat umum yang bisa diberikan antara lain bisa menjadi pendukung sistem telekomunikasi dan penyiaran (antena di puncak menara sebagai shared facility) serta menjadi pusat jaringan di bidang ICT (Information and Communication Technology) yang dapat digunakan sebagai data center dan data disaster recovery center. Sedangkan, manfaat lainnya yaitu bisa menjadi sarana pendukung fungsi monitoring bagi TNI atau Polri (surveillance camera di puncak menara), pusat kegiatan bisnis berkelas internasional (perkantoran, hotel, multi-purpose hall, life-style center), sebagai daya tarik pariwisata dan edutainment (observation deck, Indonesia Discovery, revolving resto.), serta membuka lapangan kerja selama masa pembangunan dan masa pengoperasian.

Sebelumnya, Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso, membenarkan keberadaan Menara Jakarta bisa membantu dan mendukung program Pemprov DKI dalam menertibkan menara-menara BTS di ibukota. Selain itu, Menara Jakarta bisa dijadikan sebagai pusat disaster management yaitu menjadi pusat pengamanan data saat terjadi bencana alam seperti gempa atau banjir bahkan kebakaran. “Menara ini bisa dipakai untuk broadcasting televisi, dan Pemprov DKI bisa memanfaatkannya dan mendukung program penertiban menara BTS,” kata Roesdiman.

Sekadar diketahui, ide Menara Jakarta berawal pada tahun 1994 oleh Mantan Presiden RI (Alm) Soeharto dengan fungsi sebagai Menara Telekomunikasi dan Multimedia yang didukung fasilitas lain seperti mal dan ikon nasional. Kepercayaan untuk merealisasikan ide tersebut diberikan kepada Prajogo Pangestu, yang selanjutnya mengajak beberapa pengusaha lain untuk bergabung dan merealisasikan ide tersebut dengan membentuk PT Indocitra Grahabawana. Pada tahun 1995, diadakan sayembara internasional disain Menara Jakarta. ECADI (East China Architectural Design Institute) keluar sebagai pemenang. Bahkan, ECADI juga diketahui telah berpengalaman mendisain menara Oriental Pearl Tower di Shanghai.

Setelah mendapat disain menara yang diinginkan, tahun 1996 PT Telkom, PT Indosat dan TVRI bergabung dan membentuk badan baru yaitu PT Menara Jakarta. Kemudian peresmian pembangunan proyek Menara Jakarta dilakukan pada 12 Agustus 1997 oleh Mensesneg RI, Moerdiono. Di tahun 1998, pekerjaan terhenti total akibat krisis moneter. Pada tahun 2004, dibentuk PT Prasada Japa Pamudja dan pembangunan Menara Jakarta dilanjutkan kembali secara resmi dibuka pada 15 April oleh Mensesneg RI Bambang Kesowo bersama Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Memang perlu ya?

About these ads

14 responses to “Wow! Menara Tinggi Di Dunia Itu Ada Di Jakarta, Untuk Apa?

  1. Buat semuanya yg bilang pmbangunan negara ini make uang negara. Mohon diperhatikan, pmbiayaannya brasal dari swasta..
    Jd ga ada hub.ny dg uang yg dpake buat pmbrntasan buta hruf, bayar hutang negara, kesehatan gratis, dll. Jd ga ada pnyalahgunaan uang negara utk proyek2 ‘mercusuar’. Klo mau protes, protesnya ama yg sektor swasta yg ngebangun aja..

    • Terima kasih atas informasinya masss……… cuma pimpii belum ngeh. Apakah pembiayaan tersebut murni uang pribadi si swasta tersebut. Kalau iya, luar biasa kaya si swasta itu. Namun jika masih memerlukan pendanaan dari pihak ke tiga dalam hal ini bank negeri maupun swasta tentunya minjam uang negara dan dapat mengurangi peluang bagi si kecil untuk meminjam uang untuk usahanya yang kecil pula misalnya. Belum lagi andai si bank bangkrut… ujung-ujung negara juga yang harus nalangin. Ingat kasus BLBI.
      Jadi mudah-mudahan si swasta sangat kaya raya karena uangnya milik sendiri jadi tidak perlu memikirkan tentang pmbrntasan buta hruf, bayar hutang negara, kesehatan gratis, dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s