Gempa Langka Mengguncang Kalimantan Barat

Kalimantan Barat gempar. Selasa pagi (23/8/2011) Kota Singkawang dan pesisir pantai Kabupaten Bengkayang  pukul 08.26.48 WIB dilanda gempa berkekuatan 4,4 SR. Pusat gempa berada di darat, sekitar 132 km barat laut Pontianak.

Di wilayah lain gempa mungkin hal yang lumrah, namun di Kalimantan Barat gempa merupakan fenomena alam yang sangat langka. Selama ini, Kalimantan merupakan pulau yang diyakini tidak pernah terjadi gempa karena tidak ada pertemuan lempeng patahan bumi dan tak satupun gunung berapi ada di pulau ini. Karena itu, ketika terjadi gempa, warga di daerah ini menjadi panik bukan main.

ilustrasi gempa

Apalagi keesokan harinya (24/8/2011) terjadi gempa susulan yang lebih besar dan dirasakan pada radius yang lebih luas. Pukul 22.51.40 WIB  sebanyak lima Seismograf yang ada di Singkawang, Tanjungpinang, Muara Teweh, Kuching, dan Singapura mencatat gempa dengan kekuatan 4,6 SR yang mengguncang tak hanya Singkawang dan Bengkayang, tetapi juga dirasakan di Mempawah (Kabupaten Pontianak), Pemangkat (Kabupaten Sambas), hingga di kabupaten Landak. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 km, sekitar 97 km barat laut Pontianak. Lokasinya 0.68 Lintang Utara dan  108.81 Bujur Timur.

Gempa yang berlangsung sekitar 5-6 detik ini keruan saja membuat warga berhamburan keluar rumah. Isu terjadinya tsunami yang beredar via SMS sebelumnya menambah keresahan warga. Banyak yang berbondong-bondong mencari lokasi yang lebih tinggi, sementara beberapa dari mereka pergi ke pantai untuk mengecek situasi permukaan laut.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, tetap saja gempa yang baru pertama kali dirasakan di wilayah ini membuat heboh dan menjadi berita utama surat kabar lokal berhari-hari kemudian.

Di tempat terpisah Prof (Ris) Dr Ir Hery Harjono dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIP),  menjelaskan, gempa yang terjadi di Kalbar disebut gempa intraplate, yang terjadi di bagian dalam lempeng, dalam hal ini lempeng Asia Tenggara.

“Gempa ini mekanismenya beda dengan gempa interplate yang dihasilkan dari tabrakan antar lempeng yang banyak terjadi di barat Sumatra dan selatan Jawa,” jelasnya.

Menurut dia, mekanisme gempa intraplate pada dasarnya belum banyak diketahui. Sebagian hasil riset, misalnya Amerika, menunjukkan tiga kemungkinan yang menjadi faktor penyebab gempa intraplate.

Pertama, adanya akumulasi stress (tekanan) lokal, akibat heterogenitas kerak benua (dalam kasus ini di lempengan Asia Tenggara yang dikenal juga sebagai Paparan Sunda).

Kedua, adanya zona lemah yang disebabkan proses-proses tektonik masa lalu (bisa jadi dalan kasus ini, zona lemah ini akibat patahan-patahan yang terjadi ketika lempeng Asia Tenggara menyeruak ke wilayah kita akibat tabrakan India dan Eurasia jutaan tahun yang lalu.

Ketiga, adanya high heat flow, yang menurut hemat Hery Harjono, memunculkan akumulasi stress ke sekitarnya.

Bagaimana dengan gempa yang terjadi di Kalbar? “Saya menduga ada segmen-segmen kecil patahan sisa-sisa proses tektonik masa lalu yang membentuk zona lemah,” katanya.

Gempa 4.4 SR adalah bukti bahwa patahan yang bergerak relatif kecil. “Dari bukti-bukti selama ini, tidak perlu khawatir dengan gempa intraplate,” katanya.

Gempa-gempa Kalimantan

Meskipun terbilang langka, namun selain gempa tersebut di atas tercatat beberapa gempa pernah terjadi di pulau Kalimantan, diantaranya :

  • Juli 1997 lalu terjadi gempa 5 SR di Muara Teweh Kalteng pada malam hari.
  • Kalimantan yang merupakan kategori Zona enam karena relatif stabil dibandingkan dengan wilayah-wilayah Indonesia lainnya, pada tanggal 12 Nopember 2007 diguncang gempabumi dengan kekuatan 5,5 Scala Richter.  Menurut Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempabumi terjadi pada pukul 16:33:12 WIB dengan pusat gempa pada koordinat 2.43º LU dan 119.31º BT, pada kedalaman 50 Km berjarak 214 Km Tenggara Tarakan, Kalimantan Timur dengan pusat gempa berada di laut. Penyebab gempabumi ini disebabkan oleh aktifitas sesar aktif di perairan Kalimantan Timur.
  • Tiga kabupaten di Kalimantan Selatan yakni Kotabaru, Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Selatan, Selasa (5/2/2008), bergetar keras diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,8 skala Richter. Gempa yang terjadi pukul 13.56 Wita itu membuat panik warga Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Sembilan, Pagatan, Batulicin dan Negara. Warga di tiga kabupaten itu berhamburan keluar rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri.  Pusat gempa terjadi di perairan Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 33 kilometer. Episentrum gempa tidak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Adam Air yang ’hilang’ pada 1 Januari 2007 silam atau 104 km barat laut Majene.

Gempa berkekuatan kurang dari 5 SR di luar Kalimantan, seperti di Sumatera dan Jawa, mungkin terjadi setiap hari dan tidak semua dipublikasikan karena kekuatannya tidak signifikan dan tidak merusak.  Namun di Kalimantan dapat menimbulkan histeria massa jika tidak dilakukan sosialisasi oleh pihak terkait mengenai pontensi dan penanggulangan bahaya gempa.

Narasumber :  TribunNews / berbagai sumber

About these ads

3 responses to “Gempa Langka Mengguncang Kalimantan Barat

  1. Ping-balik: Detiknews Gempa Hari Ini | Berita Indonesia

  2. Ping-balik: Detiknews Gempa Hari Ini | ridho

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s