Anas Akhirnya Mengundurkan Diri (Mimpi)

Akhirnya negara ini mendapatkan kembali ‘marwah’nya setelah Anas yang seorang Menteri dan Ketua Partai Politik itu mengundurkan diri.  Pengunduran dirinya terkait tuduhan Nazar sang koleganya di partai bahwa Anas telibat dalam skandal suap dan korupsi bernilai milyaran rupiah.

Tentu saja pengunduran diri ini menjadi berita hangat dan banyak mendapat perhatian.  Sejarah negeri ini mencatat tidak pernah ada satu orangpun pejabat publik setingkat menteri yang bersedia mengundurkan diri pada masa jabatannya.  Meskipun ramai kita mengetahui di Jepang, para pejabat publik di sana akan mengundurkan diri bahkan pada saat bahkan mereka baru diisukan berbuat kesalahan seperti melakukan korupsi atau menerima hadiah dari pihak lain.  Mereka juga mengundurkan diri pada saat dinilai tidak mampu mengemban jabatan mereka terkait dengan kinerja.

“Saya mengundurkan diri untuk membela kehormatan saya dan kehormatan partai,” demikian Anas memberikan pernyataan pers sehubungan dengan pengumuman pengunduran dirinya sebagai menteri dan ketua partai politik tersebut.

Pengunduran diri Anas tentunya mendapat respons positif dari semua pihak.  Terlepas dari benar tidaknya tuduhan yang ditimpakan kepada Anas, semua berharap proses hukum dapat berjalan dengan benar. Tetapi sesungguhnyalah di balik keputusan itu ada sebuah makna penting yang perlu ditangkap sebagai pesan oleh para pejabat publik lainnya, dan juga para elite pemimpin negeri ini. Pesan itu adalah tentang kesatriaan untuk mundur dari kedudukan manakala telah melakukan pelanggaran hukum dan etika atau tidak lagi mampu mengemban amanah yang dipikul. Dan langkah Anas tak lama kemudian diikuti pula oleh pejabat publik lainnya yang ‘bermasalah’.   Negeri ini perlahan mulai mendapatkan jatidirinya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan dan mempunyai budaya malu.

Namu sungguh sayang seribu kali sayang, peristiwa di atas hanya hoax belaka yang terjadi di negara Republik Impian.