Kini Menghidupkan dan Mematikan Listrik Cukup Pakai SMS

Percayakah anda bahwa anda bisa menghidupkan dan mematikan  listrik lewat SMS? Ya, anda tidak perlu lagi menggunakan sistem manual karena semuanya sudah bisa dilakukan hanya melalui pesan singkat atau SMS (short massage service) hasil temuan Muhammad Farrizar Andrijasa mahasiswa semester 8 jurusan teknik informatika, fakultas teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Dari hasil riset dan penelitiannya, ia menciptakan alat pengendali listrik secara otomatis. “Syukurlah, saya berhasil membuat alat pengendali listrik melalui SMS, jadi tidak perlu mematikan atau menyalakan tombol,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa bentuk pengendalian yang ditawarkan oleh alat ini berupa pengaktifan dan penonaktifan perangkat-perangkat listrik dan elektronik yang berada di dalam rumah, misalkan, lampu, kipas angin, televisi, AC dan alat elektronik lainnya.

“Syaratnya maksimal 3 ampere atau sekitar 660 watt. Tapi, semua masih bisa disiasati tergantung dari pemakaian. Untuk sementara memang masih sebesar itu,” tukas dia.

Dengan menggunakan alat ini, seorang pemilik rumah dapat mematikan, menghidupkan atau melihat status aktif maupun nonaktif dari perangkat-perangkat listrik dan elektronik yang ada di rumah hanya dengan mengirimkan SMS ke suatu nomor dengan format tertentu.

Aplikasi ini, lanjut dia, dibangun dengan menggunakan bahasa pemograman “Microsoft Visual Basic 6.0″. “Sedangkan untuk melakukan kendali terhadap perangkat listrik atau elektonik dilakukan dengan bantuan ‘Mikrokontroler AVR ATMEGA 16′,” tuturnya.

Rizal, panggilan akrabnya, mengatakan, digunakannya layanan SMS karena merupakan salah satu layanan yang paling digemari oleh semua lapisan masyarakat, khususnya di Indonesia.

“Biayanya juga murah, penggunaannya mudah dan hampir semua masyarakat memilikinya handphone. Maka sangat wajar kalau memakai layanan melalui SMS,” ucap putra pasangan M. Djafar Hamma dan Hafsawaty Barelly tersebut.

Ia juga menerangkan, mikrokontroler ATMEGA 16 yang digunakan merupakan mikrokontroler produksi Atmel yang kompatible dengan mikrokontroler Intel 8051. “Mikrokontroler tersebut murah harganya dan mudah didapat di pasaran, jadi tidak sulit mendapatkannya,” papar Rizal.

Selain itu, mikrokontroler jenis ini cukup pas digunakan percobaan meski harus ditambah komponen-komponen lainnya seperti kristal 12 Mhz, konektro db-25, pcb matrix, resistor, kapasitor yang kira – kira hanya menghabiskan dana sekitar Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, katanya menambahkan.

Tentang gambaran kerjanya, lanjut dia, sistem ini bekerja menyalakan dan mematikan lampu sesuai perintah SMS yang dikirim melalui handphone ke sebuah mikrokontroler dengan menggunakan kabel UART.

“Kemudian, oleh mikrokontroler, perintah ini akan dibaca dengan bantuan ‘driver relay’. Setelah itu, dibaca oleh mikrokontroler dengan bantuan sensor, maka mikrokontroler akan menyalakan atau mematikan lampu sesuai perintah sms yang dikirim,” terang putra bungsu dari empat bersaudara tersebut.

Selama proses pembuatan temuan ini, Rizal mengaku membutuhkan waktu tidak lebih dari 4 bulan. Ia pun hanya mengerjakannya seorang diri dengan bantuan dosen pembimbing. Selama proses pengerjaan, pemuda kelahiran Samarinda tersebut mengaku tidak menemukan kendala berarti. “Hanya masalah pembagian waktu saja, kalau dari segi teknis, tidak begitu besar kendalanya,” ucapnya menambahkan.

Dari temuan ini, kata Rizal, ada beberapa hal yang menjadi permasalahan, di antaranya apabila ada penundaan pengiriman pesan oleh “provider” penyedia layanan seluler maka sistem tidak akan merespon sampai pesan tersampaikan. Di samping itu, apabila sambungan listrik terputus membuat “PC server” mati maka sistem akan mempertahankan kondisi lampu terakhir sebelum “PC server” mati.

“Sedangkan, untuk ponsel yang mendukung dijadikan ‘server’ hampir bisa semua merk, rinciannya antara lain memiliki konektivitas kabel data, mampu membuat koneksi permanen dengan ‘PC server’ dan mendukung ‘AT Command dan mode teks’,” papar lulusan SMA Negeri 5 Samarinda itu.

“Untuk kartu provider bisa menggunakan semua jenis kartu GSM. Kemudian, berdasarkan beberapa pengujian yang telah dilakukan maka tingkat keberhasilan sistem mencapai 95 persen,” katanya menambahkan.

Sumber: Republika/ProudIndonesia