Indonesia Memilih Dengan Damai

Besok Rabu 9 Juli 2014 telah tiba saatnya Indonesia memilih,

Indonesia adalah kamu, aku, mereka dan sesiapa saja yang mempunyai hak pilih di negeri ini

Sehingga pun sesiapa dari kedua calon presiden dan calon wakil presiden yang terpilih nanti

Maka mereka lah sejatinya Presiden Republik ini,

Presiden kamu, aku, mereka dan sesiapa saja yang menetap di negeri ini

 

Besok Rabu 9 Juli 2014 telah tiba saatnya Indonesia memilih,

Karena kita hanya dikarunia dua pasang calon pemimpin negeri ini

Baik buruk mulus rombeng putih hitam, namun hanya mereka yang saat ini kita punya

Pilihan ada di jari, maka cobloslah surat suara karena kamu berhak memilih

Sehingga bersama ratusan juta suara lainnya dapatlah ditetapkan siapa Presiden kita berikutnya

 

Besok Rabu 9 Juli 2014 telah tiba saatnya Indonesia memilih,

Sejarah mencatat inilah Pemilihan Presiden paling menggairahkan yang pernah ada

Ambisi akan kekuasaan dan kepentingan aku yakin rapi tersamar dibalik retorika atas kepentingan rakyat banyak

Dan para kita yang berdiri dibelakang masing-masing calon pemimpin tersebut siap memenangkannya

Tak sungkan berkampanye terang-terang atau cuma kasak-kusuk di pinggir pagar bersama tetangga

Lalu kemudian kita menemukan hiruk pikuk kampanye yang luar biasa

Media massa tak lagi independent melainkan sudah diperkosa untuk memperjaya atau merusak citra

Pun sesama kita akhirnya terperangkap dalam persaingan yang sopan hingga buas

Sindir-menyindir hingga caki-memaki menjadi lumrah tanpa etika

Tetapi tetaplah kita harus menentukan pilihan

 

Besok Rabu 9 Juli 2014 telah tiba saatnya Indonesia memilih,

Bulan-bulan melelahkan dengan segala tetek bengek kampanye usai sudah

Mari Indonesia memilih dengan damai

Hindari kecurangan dan jagalah dari perbuatan tercela

Memilih dengan nurani karena niscaya suaramu tak ternilai harganya

Banggalah karena kita mampu memilih untuk bangsa ini hingga 5 tahun ke depan

Yakinlah, siapapun yang memiliki suara terbanyak itulah pilihan

Pilihan rakyat Indonesia

Terimalah segala hasilnya, apapun

Dan Dia adalah Presiden Indonesia selanjutnya……

 

Mari Indonesia memilih dengan damai

Karena damai adalah pilihan

indonesia damai

 

Kulkas Tanpa Listrik Ini Inovasi Pelajar Indonesia Dan Berjaya Di Amerika

Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri, dua siswi SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan, menyabet penghargaan di ajang Intel ISEF (International Science and Engineering Fair) di Los Angeles, Amerika Serikat. Karya ilmiah mereka berjudul Green Refrigerant Box sukses meraih Development Focus Award senilai USD 10 ribu dari the U.S. Agency for International Development. Hebatnya lagi, tak hanya satu penghargaan mereka raih. Keduanya juga menggondol award ketiga senilai USD 1.000 di kategori Engineering Materials & Bioengineering.

Konsep Green Refrigerant Box, atau kulkas tanpa freon dan listrik yang disajikan dalam karya ilmiah tersebut fokus pada penggunaan kayu gelam sebagai solusi alternatif untuk pendingin buah-buahan dan sayur-sayuran. Yang menarik, mereka melihat bahwa Kabupaten Musi Banyuasin tempat mereka tinggal, kaya akan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran, namun memiliki persoalan yang berkaitan dengan listrik.

indonesiaTanpa listrik tanpa freon

Maka muncul ide untuk membuat alat pendingin untuk menyimpan buah yang tidak bergantung pada listrik dan freon. Dalam waktu 2 jam 20 menit, suhu semula 28 derajat celcius, mampu turun menjadi 5,5 derajat celcius. Inilah yang memukau para juri Intel ISEF.

“Dunia membutuhkan lebih banyak ilmuwan, kreator, dan pengusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi tekanan tantangan global,” kata Director Public Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman, melalui keterangannya, Senin (19/5/2014).

“Intel percaya bahwa generasi muda adalah kunci untuk kepada inovasi, dan kami berharap bahwa pemenang ini menginspirasi lebih banyak siswa untuk terlibat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika, sebagai dasar untuk kreativitas,” lanjutnya.

Tahun ini, Intel ISEF diikuti oleh lebih dari 1.700 ilmuwan muda yang dipilih dari 435 kompetisi di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Selain pemenang utama, lebih dari 500 finalis menerima penghargaan dan hadiah untuk penelitian inovatif mereka, termasuk 17 pemenang Best of Category yang masing-masing menerima hadiah sebesar USD 5.000

Source : detik.com

Indonesia Merdeka Sekali Lagi Karena Listrik

Seseorang memekikkan kata “Merdeka!!!”. Disambut teriakan yang sama oleh sekelompok orang sambil mengangkat tangan yang dikepalkan dengan bersemangat. Mereka yang pagi itu berkerumun di rumah turbin patut merasa ‘merdeka’ manakala ujicoba pertama kali PLTMH berhasil menyalakan lampu di dusun mereka yang terpencil ini. Setelah menunggu puluhan tahun lamanya semenjak negara tercinta ini dinyatakan merdeka, barulah sekarang mereka mencicipi nikmatnya penerangan listrik semalam suntuk. Betapa sangka, dikarenakan kondisi lokasi nan terpencil, bahkan tidak dalam 10 tahun kedepan PLN akan masuk ke daerah ini. Tak heran jika kemudian mereka menancapkan bendera merah putih di bendungan dekat rumah turbin untuk memproklamirkannya.
Sejak awal tahun 2014 ini, sebanyak 97 KK penduduk Dusun Sebeneh yang di Desa Sungkung Akit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat ini sudah boleh merasa sejajar dengan desa-desa lain yang memiliki akses listrik PLN.  PLTMH berkekuatan 30 kW berhasil dibangun di dusun yang terletak di tepi pagar perbatasan Malaysia ini. Fasilitasi dari Lembaga Energi Hijau berhasil mewujudkan mimpi mereka akan akses terhadap listrik dengan dana yang bersumber dari dana PNPM-MPd dan swadaya masyarakat.
Semoga desa-desa lain di negeri tercinta ini yang belum “merdeka” listrik, juga segera mendapatkan hak untuk menikmati listrik secara murah dan terjangkau.
Menaikkan bendera di bendungan tanda “Merdeka”
Terletak di tepi pagar negara tetangga Malaysia
Turbin PLTMH type Crossflow

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 2,500,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 107 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Kalender 2014 (Masehi/Hijriah/Jawa) dan Hari Libur Nasional

Tepat 1 Januari 2014.  Tahun bertambah satu, seiring umur kita yang niscaya berkurang 1 tahun. Pastinya banyak rencana dan harapan disematkan pada tahun baru ini. Sepertinya anda memerlukan Kalender 2014 berikut Hari Libur Nasional agar bisa diselaraskan dengan agenda anda berserta keluarga.  Kalender 2014 di bawah ini selain memuat penanggalan Masehi juga disertakan dengan penanggalan Hijriah dan penanggalan Jawa.

kalender_2014

Nah! Bagi teman yang berniat membuat Kalender sendiri, silahkan download gratis Kalender 2014 versi CorelDraw.  Klik link ini.  Semoga bermanfaat.

Berikut ini adalah hari libur nasional di tahun 2014:

1 Jan 2014: Tahun Baru Masehi
14 Jan 2014: Maulud Nabi Muhammad
30 Jan 2014: Tahun Baru Imlek
31 Mar 2014: Hari Raya Nyepi
18 Apr 2014: Jumat Agung
13 Mei 2014: Hari Raya Waisak
29 Mei 2014: Kenaikan Isa Almasih
26 Jun 2014: Isra Miraj
28-29 Jul 2014: Hari Raya Idul Fitri
17 Ags 2014: Hari Kemerdekaan RI
4 Okt 2014: Hari Raya Idul Adha
25 Okt 2014: Tahun Baru Hijriah
25 Des 2014: Hari Raya Natal

Source : LayOutProposal

Unik! Perahu Yang Berlayar Dari Atas Bukit

Ekspedisi Sungkung. Sungai Sekayam adalah satu-satunya jalan raya yang masyarakat Sungkung miliki sehingga perahu motor menjadi satu-satunya kendaraan yang mereka punya untuk bepergian atau mengangkut hasil alam. (baca : Jembatan Gantung 50 Meter ini Hanya Dibangun Dalam 1 Hari).

Namun ternyata di Sungkung, perahu yang  selesai dibuat sebelum mengarungi sungai harus ‘melayari’ jalan darat terlebih dahulu.   Perahu baru tersebut berlayar melalui jalan setapak selama lebih kurang 45 menit lamanya sebelum sandar di dermaga Dusun Medeng  di tepi Sungai Sekayam.  Penyebabnya tak lain tak bukan karena sentra pembuatan perahu di Sungkung berada di Dusun Kadok yang terletak di atas bukit dan jauh dari sungai.  Tak ayal, begitu perahu selesai dibuat, seluruh penduduk dusun tua muda harus bergotong-royong memanggul perahu tersebut menuruni bukit guna mencapai sungai terdekat agar perahu dapat dipergunakan.

Sebelum dinaiki rupanya perahu tersebut telah ‘menaiki’ calon penumpangnya.  Unik ya! (DreamIndonesia)

prh1Memanggul Perahu

prh2Berlayar dari atas bukit

Jembatan Gantung 50 Meter ini Hanya Dibangun Dalam 1 Hari

Ekspedisi Sungkung. Jika Candi Prambanan yang terkenal tersebut konon hanya di bangun dalam tempo satu malam, meskipun tak satupun hal yang dapat membuktikannya, maka Jembatan Gantung sepanjang 50 meter ini nyata-nyata berhasil dibangun  hanya dalam waktu satu hari saja.  Incredible!

Adalah penduduk daerah Sungkung yang merupakan penduduk asli Kalimantan sub suku Dayak Bidayuh yang menghuni kawasan dataran tinggi puncak bukit dan dataran tinggi gunung Sungkung di perbatasan Sarawak Malaysia dengan Kalimantan Barat Indonesia yang mampu melakukan hal tersebut. Pemukiman ini terletak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan sering disebut sebagai Sungkung Kompleks, terdiri dari 6 kampung, yaitu kampung Sungkung Senoleng, Sungkung Akit, Sungkung Lu’u, Sungkung Medeng, Sungkung Senebeh dan Sungkung Daun.  Pemukiman ini nyaris terisolir, sebab tidak ada jalan kendaraan darat menuju kampung mereka.  Satu-satunya akses adalah melewati Sungai Sekayam yang penuh riam dan jeram dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan menggunakan perahu motor tempel dari pelabuhan Entikong di perbatasan Malaysia.  Jaman dahulu penduduk kampung harus berjalan selama 2 hari menuju Entikong.

wanita sungkungWanita Sungkung masih menggunakan gelang betis

Dibekali ketrampilan turun temurun, penduduk Sungkung ternyata mampu membangun jembatan gantung dengan panjang rata-rata 50 meter atau sama dengan lebar sungai Sekayam yang merupakan sungai utama di tempat mereka.  Tentu saja jembatan yang mereka bangun tidak terbuat dari material besi dan beton, melainkan menggunakan material lokal yang banyak terdapat di sekitar mereka yaitu berupa bambu dan ijuk sebagai bahan pengikat. Uniknya lagi abutment (pondasi bawah) dan tiang pylon (menara penyangga) jembatan dipilih dari pohon hidup yang terletak sejajar pada kedua belah bibir sungai. Biasanya pohon yang dipilih adalah pohon Sengkuang (Dracontomelon Dao) dan pohon Bungur (Lagerstroemia Indica) yang banyak tumbuh di tepian sungai Sekayam.

jembatan bambu_1Jembatan Gantung Bambu

Pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong.  Pria maupun wanita, tua dan muda penduduk desa serentak berkumpul di lokasi rencana pembangunan jembatan pagi-pagi sekali.   Mereka biasanya berjumlah 60 – 80 orang, tergantung jumlah penduduk kampung yang punya gawe. Seakan sudah mengerti tugasnya masing-masing, mereka segera saja mengambil posisi masing-masing.  Ada yang memilih dan memilah material bambu yang sudah mereka kumpulkan sehari sebelumnya.  Ada yang bertugas melangsir material.  Ada yang memasang dan merakit bambu.  Ada pula yang bertugas khusus mengikat sambungan bambu-bambu tersebut.  Oh ya! tak satu batangpun paku mereka pergunakan dalam pembangunan jembatan ini.

Sementara pembangunan jembatan berlangsung,  kaum wanitanya memasak dan menyiapkan makanan untuk mereka semua.  Konstruksi jembatan dibangun dan dirakit serentak dari dua arah sehingga bertemu tepat di tengah-tengah sungai.  Tak ada mandor atau pengawas dalam pekerjaan ini, hanya sesekali satu atau dua orang dari mereka memberi arahan seperlunya.  Gambar kerjapun tak mereka perlukan.  Semuanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan yang ada. Walhasil, sebelum matahari terbenam Jembatan Gantung mereka sudah selesai dan dapat langsung dipergunakan.

Jembatan Gantung bambu ini banyak terdapat di sepanjang Sungai Sekayam.  Mereka membangun jembatan untuk memudahkan penduduk Sungkung membawa hasil panen ladang, sebab Sungai Sekayam sewaktu-waktu banjir dan berarus deras sehingga sulit untuk diseberangi.  Sungguh jembatan gantung yang murah dan tepat guna. Walaupun jembatan ini hanya dapat bertahan hingga 2 tahun saja, namun mereka kembali akan membangunnya di tempat lain lagi.  Dan hanya dibangun dalam waktu 1 hari saja! (DreamIndonesia)

Sepatu Anti Kekerasan Seksual Made In Pelajar Indonesia, Raih Penghargaan Inovasi Internasional

Mantappps!…. Sejumlah lima tim pelajar Indonesia meraih penghargaan medali emas dan perak dalam kompetisi inovasi tingkat internasional di ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 – 11 Mei 2013  silam.

IEYI adalah kompetisi inovasi internasional bagi generasi muda, khususnya tingkat sekolah menengah. Kompetisi ini menantang generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya untuk mengatasi masalah bangsa.

Lima tim pelajar Indonesia masing-masing meraih tiga medali emas dan dua medali perak. Tim yang mendapat medali emas antara lain Wisnu dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Inovasi yang diusung adalah Detektor Telur Busuk.

Tim lain yang berhasil meraih medali emas adalah tim dari SMA 6 Yogyakarta, beranggotakan Nurina Zahra Rahmati, Tri Ayu Lestari an Elizabeth Widya Nidianita. Mereka mengusung inovasi bernama Thundershot Filter yang berguna untuk mengurangi sampah di sungai.

sepatu anti kekerasan seksualHibar Syahrul Gofur dan Sepatu Anti Kekerasan Seksual

Peserta yang juga mendapat medali emas adalah Hibar Syahrul Gofur dari SMPN 1 Bogor, Jawa Barat, yang mengusung inovasi Sepatu Anti Kekerasan Seksual. Inovasi ini mencuri perhatian dewan juri karena orisinalitas dan visinya untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual.

Sementara itu, peserta yang meraih medali perak adalah Devika Asmi pandanwangi dari SMAN 6 Yogyakarta yang punya inovasi Bra Penampung Asi. Peserta lain peraih medali yang sama adalah Syafira Dwi Tyas Putri dari Sampoerna Academy Bogor dengan inovasi Canting Otomatis.

Kepala Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nur Tri Aries Suestiningtyas, mengatakan, tim pelajar Indonesia layak menang. Inovasi pelajar Indonesia juga banyak mendapatkan perhatian dari pengunjung. Nur dalam konferensi pers setelah kedatangan tim pelajar di Bandara Soekarno Hatta hari ini menambahkan, “Inovasi pelajar Indonesia juga mendapatkan Best Invention untuk kategori Food and Agriculture untuk inovasi karya Wisnu. Kita juga mendapatkan Special Awards untuk inovasi bra dari Devika.”

Penghargaan dari ajang IEYI untuk kesekian kalinya didapatkan Indonesia. Untuk tahun 2014 depan, Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah IEYI.  Ayo! Inovasi siapa menyusul?

Source : Kompas.tekno

Baliho Senyum

Beberapa bulan ini Drimo sangat menikmati perjalanan dari rumah menuju tempat kerjanya sebagai loper sebuah koran harian di kota. Ya. dimusim pemilu ini, poster-poster atau baliho para calon kepala daerah maupun calon legislatif yang berlomba-lomba tersenyum menyapanya memenuhi hampir setiap jengkal trotoar yang ada, terutama di setiap persimpangan dan disetiap muka gang-gang yang dilaluinya.

baliho

Baliho-baliho tersebut, dengan berbagai macam ukuran berdiri gagah dengan pakaian kebanggaan, dalam pose terbaiknya, dalam senyum terhangat dan termanisnya. Hm. bahkan seorang caleg yang dikenalnya hampir tidak pernah tersenyum kepadanya, mencoba tersenyum di dalam poster tersebut. Bahkan Drimo juga sudah melihat baliho-baliho caleg yang luarbiasa, aneh bin ajaib.  Lihat di sini. Mungkin Drimo saja yang merasa senyum tersebut menjadi seperti sebuah seringai.

Setiap matanya bentrok dengan gambar calon kepala daerah maupun caleg-caleg tersebut, Drimo membalas senyum mereka dari atas sepeda yang dikayuhnya pelan-pelan. Bukankah senyum itu ibadah, bukankah senyum itu tidak sulit, meski tidak bertatapan muka langsung dengan yang punya gambar, bahkan banyak diantaranya yang Drimo tidak kenal dan tidak pernah ketemui sama sekali, Drimo tetap merasa berkewajiban membalas senyum mereka dengan tulus.

Demikianlah setiap berangkat kerja Drimo tersenyum sepanjang jalan. Drimo senang sudah dapat beribadah dengan senyum. Senyum Drimo tambah mengembang jika melihat ada juga caleg yang berpose melebihi iklan kecantikan atau mungkin iklan shampoo. Drimo senang kotanya jadi tambah semarak, Drimo senang banyak orang yang di’senang’kan dengan hadirnya baliho-baliho tersebut. Para tukang-tukang sablon, tukang cetak poster, tukang bikin baliho dan lain-lain yang terkait dengan pemasangan baliho tersebut pasti akan mengalami peningkatan pendapatan, berarti ada penambahan rejeki.

Drimo tidak pernah berpikir apakah semua dari mereka yang memajang gambar dirinya di baliho-baliho tersebut akan terpilih menjadi anggota legislatif seperti yang mereka inginkan. Drimo tidak pernah berhitung berapa banyak partai yang ikut pemilu kali ini, berapa banyak caleg yang ikut serta dan berapa orang yang akan duduk di kursi Dewan yang terhormat nantinya. Bahkan muncul pikiran nakal Drimo jangan-jangan yang akan terpilih nanti adalah caleg yang paling banyak memajang gambar dirinya dan memasang baliho dalam ukuran yang paling besar. Wah-wah. memasang baliho kan perlu biaya, bagaimana nantinya jika ada caleg yang bagus tetapi tidak ada biaya untuk membuat baliho barang sebuahpun. Akankah bisa terpilih?. Hm. Drimo menepis sendiri pikirannya, jika mau jadi caleg ya sudah pasti harus siap modal, batinnya. Perkara mereka harus sampai menjual segala harta yang ada itu mungkin sudah resiko, pikir Drimo lebih jauh. Karena seorang caleg perlu mensosialisasikan dirinya, berdirinya baliho yang memuat gambar terbaiknya dengan motto dan slogan terpilih merupakan tanda nyata bahwa mereka telah siap berkompetisi di dalam perebutan kursi wakil rakyat yang jumlahnya terbatas tersebut. Itu sah-sah saja.

Diam-diam Drimo berkhayal, jika ada uang ia ingin juga memasang baliho, tetapi Drimo tidak akan berpose sendirian, dia akan mengajak Mak Ijah tukang bubur di dekat lapaknya menjual koran, yang setiap pagi menyiapkan sarapan untuknya dan siap untuk dihutangi. (Kadang-kadang Drimo malu juga juga berhutang, karena tahu pendapatan Mak Ijah sungguh tidak seberapa). Kemudian Drimo juga akan mengajak Amus, tukang sapu pasar yang berkerja tanpa lelah dan tidak sepatahkanpun keluar omelan dari mulutnya karena orang masih suka membuang sampah sembarangan, bahkan juga jika setiap hari sampah bertambah banyak, sementara gajinya tidak pernah ditambah-tambah. Kemudian ada Engkol, satpam pasar yang memberikan rasa aman bagi semua pedagang kecil di pasar kecil tersebut, meski imbalannya tetap saja kecil. Lalu ada Erol, tukang parkir yang bertanggung jawab terhadap tertibnya parkir kendaraan ditengah semrawutnya lalulintas orang-orang yang berbelanja di pasar tradisonal tersebut karena areal parkir terbatas, namun Erol jarang mengeluhkan pendapatannya yang juga ‘semrawut’. Tak lupa juga Drimo akan mengajak berpose bersama Mang Rode, tukang becak tua reot yang sudah bertahun-tahun setia mengantarkan belanjaan para pedagang pembeli ditengah-tengah persaingan dengan angkutan modern lainnya, sehingga penghasilan Mang Rode juga ikut-ikutan reot. Dan masih banyak lagi teman-teman Drimo yang turut memberi denyut kehidupan pasar tradisional tersebut. Drimo bahkan takut memikirkan bagaimana nasibnya dan teman-temannya kelak jika pasar tradisional misalnya akan di modernisasi. Wah-wah. Drimo terlalu jauh ngelantur.

Tapi Drimo masih punya sedikit harapan, siapa tahu dengan berdirinya baliho yang memajang gambar dirinya dan teman-temannya tersebut, orang tidak akan lupa untuk turut memikirkan nasib mereka. Semoga.

Inilah 10 Kota Paling Ramah Di Dunia, Indonesia Diwakili Ubud Bali

Tahukah anda, Kota Florianopolis yang terletak di selatan negara Brazil baru-baru ini dinobatkan oleh Majalah  Conde Nast Traveler sebagai kota paling ramah se-duniaMajalah Pariwisata yang berbasis di Amerika ini menyebutkan kota pantai yang dijuluki “Pulau Sihir” dan terkenal karena pantai putih yang alami, dilaporkan menawarkan pemandangan indah, pasar yang besar dan penduduk yang ramah, bahkan dengan layanan di bandara lokal yang digambarkan sangat sopan.

Lebih dari 46.000 pembaca menyelesaikan survey dan diminta untuk membuat peringkat kota di dunia yang menurut mereka paling ramah pada skala lima poin.  Dan dengan  nilai 89,1 kota Ubud di Bali berhasil menarik hati para responden sehingga masuk dalam 10 besar Kota Paling Ramah Di dunia.  Ubud berhasil menduduki peringkat ke-9 dalam survey ini.  Peringkat ke-9 juga dihuni oleh kota Kilkenny, Irlandia yang memperoleh nilai sama dengan Ubud.

ubudSawah di Ubud

Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa Ubud terkenal dengan terasering sawahnya yang cantik yang berhasil menarik perhatian banyak turis internasional.  Selain itu, kota yang terletak di barat daya Bali ini dipilih karena memiliki banyak akomodasi mewah namun tetap dekat dengan alam.   Faktor lain yang membuat Ubud banyak dipilih menjadi yang paling ramah adalah masyarakat Ubud yang terbuka dan baik kepada para pengunjungnya. Semua ini makin disempurnakan dengan suasana yang tenang dan juga penuh dengan aura positif.

Ubud memang terbukti berhasil mencuri perhatian turis internasional. Bahkan Julia Roberts pun pernah datang ke Ubud untuk syuting film Eat, Pray, Love. Sementara itu, baru-baru ini musim ke-20 ajang pencarian model America’s Next Top Model mampir ke Pulau Dewata dan melakukan pemotretan di Ubud.

Berikut ini adalah daftar 10 kota paling ramah di dunia menurut majalah Conde Nast Traveler:

1. Florianopolis, Brazil

2. Hobart, Tasmania

3. Thimpu, Bhutan

4. Queenstown, Selandia Baru

5. Charleston, South Carolina

6. Paro, Bhutan

6. Margaret River, Australia

8. Mandalay, Myanmar

9. Kilkenny, Irlandia

9. Ubud, Indonesia

10. Chiang Mai, Thailand

Sebagai perbandingan, Edinburgh sebuah kota wisata di Inggris hanya menduduki peringkat di tempat ke-18 yang digambarkan sebagai “indah” kota dengan “getaran dingin”. Salah satu pembaca mencatat bahwa penduduknya yang ramah membuat “panduan untuk perjalanan wisata dengan sangat baik”,  bahkan sopir bus pun dengan senang hati pergi keluar dari jalan mereka untuk membantu.

Survei tersebut juga mengungkapkan kota-kota yang paling tidak ramah di dunia.  Newark di New Jersey terpilih sebagai kota paling kasar.  Banyak pembaca berkomentar bahkan hal tersebut sudah dapat anda nilai sejak pertamakali mendarat di bandara.

Berikut ini adalah daftar 10 kota paling ‘tidak ramah’ di dunia menurut majalah Conde Nast Traveler:

1. Newark, New Jersey

2. Islamabad, Pakistan

3. Oakland, California

4. Luanda, Angola

5. Kuwait City, Kuwait

6. Lome, Togo

7. New Haven, Connecticut

8. Detroit, Michigan

9. Atlantic City, New Jersey

10. Tangier, Maroko

 

source :  DailyMail/DreamersRadio