2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 2,500,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 107 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Kalender 2014 (Masehi/Hijriah/Jawa) dan Hari Libur Nasional

Tepat 1 Januari 2014.  Tahun bertambah satu, seiring umur kita yang niscaya berkurang 1 tahun. Pastinya banyak rencana dan harapan disematkan pada tahun baru ini. Sepertinya anda memerlukan Kalender 2014 berikut Hari Libur Nasional agar bisa diselaraskan dengan agenda anda berserta keluarga.  Kalender 2014 di bawah ini selain memuat penanggalan Masehi juga disertakan dengan penanggalan Hijriah dan penanggalan Jawa.

kalender_2014

Nah! Bagi teman yang berniat membuat Kalender sendiri, silahkan download gratis Kalender 2014 versi CorelDraw.  Klik link ini.  Semoga bermanfaat.

Berikut ini adalah hari libur nasional di tahun 2014:

1 Jan 2014: Tahun Baru Masehi
14 Jan 2014: Maulud Nabi Muhammad
30 Jan 2014: Tahun Baru Imlek
31 Mar 2014: Hari Raya Nyepi
18 Apr 2014: Jumat Agung
13 Mei 2014: Hari Raya Waisak
29 Mei 2014: Kenaikan Isa Almasih
26 Jun 2014: Isra Miraj
28-29 Jul 2014: Hari Raya Idul Fitri
17 Ags 2014: Hari Kemerdekaan RI
4 Okt 2014: Hari Raya Idul Adha
25 Okt 2014: Tahun Baru Hijriah
25 Des 2014: Hari Raya Natal

Source : LayOutProposal

Unik! Perahu Yang Berlayar Dari Atas Bukit

Ekspedisi Sungkung. Sungai Sekayam adalah satu-satunya jalan raya yang masyarakat Sungkung miliki sehingga perahu motor menjadi satu-satunya kendaraan yang mereka punya untuk bepergian atau mengangkut hasil alam. (baca : Jembatan Gantung 50 Meter ini Hanya Dibangun Dalam 1 Hari).

Namun ternyata di Sungkung, perahu yang  selesai dibuat sebelum mengarungi sungai harus ‘melayari’ jalan darat terlebih dahulu.   Perahu baru tersebut berlayar melalui jalan setapak selama lebih kurang 45 menit lamanya sebelum sandar di dermaga Dusun Medeng  di tepi Sungai Sekayam.  Penyebabnya tak lain tak bukan karena sentra pembuatan perahu di Sungkung berada di Dusun Kadok yang terletak di atas bukit dan jauh dari sungai.  Tak ayal, begitu perahu selesai dibuat, seluruh penduduk dusun tua muda harus bergotong-royong memanggul perahu tersebut menuruni bukit guna mencapai sungai terdekat agar perahu dapat dipergunakan.

Sebelum dinaiki rupanya perahu tersebut telah ‘menaiki’ calon penumpangnya.  Unik ya! (DreamIndonesia)

prh1Memanggul Perahu

prh2Berlayar dari atas bukit

Jembatan Gantung 50 Meter ini Hanya Dibangun Dalam 1 Hari

Ekspedisi Sungkung. Jika Candi Prambanan yang terkenal tersebut konon hanya di bangun dalam tempo satu malam, meskipun tak satupun hal yang dapat membuktikannya, maka Jembatan Gantung sepanjang 50 meter ini nyata-nyata berhasil dibangun  hanya dalam waktu satu hari saja.  Incredible!

Adalah penduduk daerah Sungkung yang merupakan penduduk asli Kalimantan sub suku Dayak Bidayuh yang menghuni kawasan dataran tinggi puncak bukit dan dataran tinggi gunung Sungkung di perbatasan Sarawak Malaysia dengan Kalimantan Barat Indonesia yang mampu melakukan hal tersebut. Pemukiman ini terletak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan sering disebut sebagai Sungkung Kompleks, terdiri dari 6 kampung, yaitu kampung Sungkung Senoleng, Sungkung Akit, Sungkung Lu’u, Sungkung Medeng, Sungkung Senebeh dan Sungkung Daun.  Pemukiman ini nyaris terisolir, sebab tidak ada jalan kendaraan darat menuju kampung mereka.  Satu-satunya akses adalah melewati Sungai Sekayam yang penuh riam dan jeram dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan menggunakan perahu motor tempel dari pelabuhan Entikong di perbatasan Malaysia.  Jaman dahulu penduduk kampung harus berjalan selama 2 hari menuju Entikong.

wanita sungkungWanita Sungkung masih menggunakan gelang betis

Dibekali ketrampilan turun temurun, penduduk Sungkung ternyata mampu membangun jembatan gantung dengan panjang rata-rata 50 meter atau sama dengan lebar sungai Sekayam yang merupakan sungai utama di tempat mereka.  Tentu saja jembatan yang mereka bangun tidak terbuat dari material besi dan beton, melainkan menggunakan material lokal yang banyak terdapat di sekitar mereka yaitu berupa bambu dan ijuk sebagai bahan pengikat. Uniknya lagi abutment (pondasi bawah) dan tiang pylon (menara penyangga) jembatan dipilih dari pohon hidup yang terletak sejajar pada kedua belah bibir sungai. Biasanya pohon yang dipilih adalah pohon Sengkuang (Dracontomelon Dao) dan pohon Bungur (Lagerstroemia Indica) yang banyak tumbuh di tepian sungai Sekayam.

jembatan bambu_1Jembatan Gantung Bambu

Pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong.  Pria maupun wanita, tua dan muda penduduk desa serentak berkumpul di lokasi rencana pembangunan jembatan pagi-pagi sekali.   Mereka biasanya berjumlah 60 – 80 orang, tergantung jumlah penduduk kampung yang punya gawe. Seakan sudah mengerti tugasnya masing-masing, mereka segera saja mengambil posisi masing-masing.  Ada yang memilih dan memilah material bambu yang sudah mereka kumpulkan sehari sebelumnya.  Ada yang bertugas melangsir material.  Ada yang memasang dan merakit bambu.  Ada pula yang bertugas khusus mengikat sambungan bambu-bambu tersebut.  Oh ya! tak satu batangpun paku mereka pergunakan dalam pembangunan jembatan ini.

Sementara pembangunan jembatan berlangsung,  kaum wanitanya memasak dan menyiapkan makanan untuk mereka semua.  Konstruksi jembatan dibangun dan dirakit serentak dari dua arah sehingga bertemu tepat di tengah-tengah sungai.  Tak ada mandor atau pengawas dalam pekerjaan ini, hanya sesekali satu atau dua orang dari mereka memberi arahan seperlunya.  Gambar kerjapun tak mereka perlukan.  Semuanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan yang ada. Walhasil, sebelum matahari terbenam Jembatan Gantung mereka sudah selesai dan dapat langsung dipergunakan.

Jembatan Gantung bambu ini banyak terdapat di sepanjang Sungai Sekayam.  Mereka membangun jembatan untuk memudahkan penduduk Sungkung membawa hasil panen ladang, sebab Sungai Sekayam sewaktu-waktu banjir dan berarus deras sehingga sulit untuk diseberangi.  Sungguh jembatan gantung yang murah dan tepat guna. Walaupun jembatan ini hanya dapat bertahan hingga 2 tahun saja, namun mereka kembali akan membangunnya di tempat lain lagi.  Dan hanya dibangun dalam waktu 1 hari saja! (DreamIndonesia)

Sepatu Anti Kekerasan Seksual Made In Pelajar Indonesia, Raih Penghargaan Inovasi Internasional

Mantappps!…. Sejumlah lima tim pelajar Indonesia meraih penghargaan medali emas dan perak dalam kompetisi inovasi tingkat internasional di ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 – 11 Mei 2013  silam.

IEYI adalah kompetisi inovasi internasional bagi generasi muda, khususnya tingkat sekolah menengah. Kompetisi ini menantang generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya untuk mengatasi masalah bangsa.

Lima tim pelajar Indonesia masing-masing meraih tiga medali emas dan dua medali perak. Tim yang mendapat medali emas antara lain Wisnu dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Inovasi yang diusung adalah Detektor Telur Busuk.

Tim lain yang berhasil meraih medali emas adalah tim dari SMA 6 Yogyakarta, beranggotakan Nurina Zahra Rahmati, Tri Ayu Lestari an Elizabeth Widya Nidianita. Mereka mengusung inovasi bernama Thundershot Filter yang berguna untuk mengurangi sampah di sungai.

sepatu anti kekerasan seksualHibar Syahrul Gofur dan Sepatu Anti Kekerasan Seksual

Peserta yang juga mendapat medali emas adalah Hibar Syahrul Gofur dari SMPN 1 Bogor, Jawa Barat, yang mengusung inovasi Sepatu Anti Kekerasan Seksual. Inovasi ini mencuri perhatian dewan juri karena orisinalitas dan visinya untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual.

Sementara itu, peserta yang meraih medali perak adalah Devika Asmi pandanwangi dari SMAN 6 Yogyakarta yang punya inovasi Bra Penampung Asi. Peserta lain peraih medali yang sama adalah Syafira Dwi Tyas Putri dari Sampoerna Academy Bogor dengan inovasi Canting Otomatis.

Kepala Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nur Tri Aries Suestiningtyas, mengatakan, tim pelajar Indonesia layak menang. Inovasi pelajar Indonesia juga banyak mendapatkan perhatian dari pengunjung. Nur dalam konferensi pers setelah kedatangan tim pelajar di Bandara Soekarno Hatta hari ini menambahkan, “Inovasi pelajar Indonesia juga mendapatkan Best Invention untuk kategori Food and Agriculture untuk inovasi karya Wisnu. Kita juga mendapatkan Special Awards untuk inovasi bra dari Devika.”

Penghargaan dari ajang IEYI untuk kesekian kalinya didapatkan Indonesia. Untuk tahun 2014 depan, Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah IEYI.  Ayo! Inovasi siapa menyusul?

Source : Kompas.tekno

Baliho Senyum

Beberapa bulan ini Drimo sangat menikmati perjalanan dari rumah menuju tempat kerjanya sebagai loper sebuah koran harian di kota. Ya. dimusim pemilu ini, poster-poster atau baliho para calon kepala daerah maupun calon legislatif yang berlomba-lomba tersenyum menyapanya memenuhi hampir setiap jengkal trotoar yang ada, terutama di setiap persimpangan dan disetiap muka gang-gang yang dilaluinya.

baliho

Baliho-baliho tersebut, dengan berbagai macam ukuran berdiri gagah dengan pakaian kebanggaan, dalam pose terbaiknya, dalam senyum terhangat dan termanisnya. Hm. bahkan seorang caleg yang dikenalnya hampir tidak pernah tersenyum kepadanya, mencoba tersenyum di dalam poster tersebut. Bahkan Drimo juga sudah melihat baliho-baliho caleg yang luarbiasa, aneh bin ajaib.  Lihat di sini. Mungkin Drimo saja yang merasa senyum tersebut menjadi seperti sebuah seringai.

Setiap matanya bentrok dengan gambar calon kepala daerah maupun caleg-caleg tersebut, Drimo membalas senyum mereka dari atas sepeda yang dikayuhnya pelan-pelan. Bukankah senyum itu ibadah, bukankah senyum itu tidak sulit, meski tidak bertatapan muka langsung dengan yang punya gambar, bahkan banyak diantaranya yang Drimo tidak kenal dan tidak pernah ketemui sama sekali, Drimo tetap merasa berkewajiban membalas senyum mereka dengan tulus.

Demikianlah setiap berangkat kerja Drimo tersenyum sepanjang jalan. Drimo senang sudah dapat beribadah dengan senyum. Senyum Drimo tambah mengembang jika melihat ada juga caleg yang berpose melebihi iklan kecantikan atau mungkin iklan shampoo. Drimo senang kotanya jadi tambah semarak, Drimo senang banyak orang yang di’senang’kan dengan hadirnya baliho-baliho tersebut. Para tukang-tukang sablon, tukang cetak poster, tukang bikin baliho dan lain-lain yang terkait dengan pemasangan baliho tersebut pasti akan mengalami peningkatan pendapatan, berarti ada penambahan rejeki.

Drimo tidak pernah berpikir apakah semua dari mereka yang memajang gambar dirinya di baliho-baliho tersebut akan terpilih menjadi anggota legislatif seperti yang mereka inginkan. Drimo tidak pernah berhitung berapa banyak partai yang ikut pemilu kali ini, berapa banyak caleg yang ikut serta dan berapa orang yang akan duduk di kursi Dewan yang terhormat nantinya. Bahkan muncul pikiran nakal Drimo jangan-jangan yang akan terpilih nanti adalah caleg yang paling banyak memajang gambar dirinya dan memasang baliho dalam ukuran yang paling besar. Wah-wah. memasang baliho kan perlu biaya, bagaimana nantinya jika ada caleg yang bagus tetapi tidak ada biaya untuk membuat baliho barang sebuahpun. Akankah bisa terpilih?. Hm. Drimo menepis sendiri pikirannya, jika mau jadi caleg ya sudah pasti harus siap modal, batinnya. Perkara mereka harus sampai menjual segala harta yang ada itu mungkin sudah resiko, pikir Drimo lebih jauh. Karena seorang caleg perlu mensosialisasikan dirinya, berdirinya baliho yang memuat gambar terbaiknya dengan motto dan slogan terpilih merupakan tanda nyata bahwa mereka telah siap berkompetisi di dalam perebutan kursi wakil rakyat yang jumlahnya terbatas tersebut. Itu sah-sah saja.

Diam-diam Drimo berkhayal, jika ada uang ia ingin juga memasang baliho, tetapi Drimo tidak akan berpose sendirian, dia akan mengajak Mak Ijah tukang bubur di dekat lapaknya menjual koran, yang setiap pagi menyiapkan sarapan untuknya dan siap untuk dihutangi. (Kadang-kadang Drimo malu juga juga berhutang, karena tahu pendapatan Mak Ijah sungguh tidak seberapa). Kemudian Drimo juga akan mengajak Amus, tukang sapu pasar yang berkerja tanpa lelah dan tidak sepatahkanpun keluar omelan dari mulutnya karena orang masih suka membuang sampah sembarangan, bahkan juga jika setiap hari sampah bertambah banyak, sementara gajinya tidak pernah ditambah-tambah. Kemudian ada Engkol, satpam pasar yang memberikan rasa aman bagi semua pedagang kecil di pasar kecil tersebut, meski imbalannya tetap saja kecil. Lalu ada Erol, tukang parkir yang bertanggung jawab terhadap tertibnya parkir kendaraan ditengah semrawutnya lalulintas orang-orang yang berbelanja di pasar tradisonal tersebut karena areal parkir terbatas, namun Erol jarang mengeluhkan pendapatannya yang juga ‘semrawut’. Tak lupa juga Drimo akan mengajak berpose bersama Mang Rode, tukang becak tua reot yang sudah bertahun-tahun setia mengantarkan belanjaan para pedagang pembeli ditengah-tengah persaingan dengan angkutan modern lainnya, sehingga penghasilan Mang Rode juga ikut-ikutan reot. Dan masih banyak lagi teman-teman Drimo yang turut memberi denyut kehidupan pasar tradisional tersebut. Drimo bahkan takut memikirkan bagaimana nasibnya dan teman-temannya kelak jika pasar tradisional misalnya akan di modernisasi. Wah-wah. Drimo terlalu jauh ngelantur.

Tapi Drimo masih punya sedikit harapan, siapa tahu dengan berdirinya baliho yang memajang gambar dirinya dan teman-temannya tersebut, orang tidak akan lupa untuk turut memikirkan nasib mereka. Semoga.

Inilah 10 Kota Paling Ramah Di Dunia, Indonesia Diwakili Ubud Bali

Tahukah anda, Kota Florianopolis yang terletak di selatan negara Brazil baru-baru ini dinobatkan oleh Majalah  Conde Nast Traveler sebagai kota paling ramah se-duniaMajalah Pariwisata yang berbasis di Amerika ini menyebutkan kota pantai yang dijuluki “Pulau Sihir” dan terkenal karena pantai putih yang alami, dilaporkan menawarkan pemandangan indah, pasar yang besar dan penduduk yang ramah, bahkan dengan layanan di bandara lokal yang digambarkan sangat sopan.

Lebih dari 46.000 pembaca menyelesaikan survey dan diminta untuk membuat peringkat kota di dunia yang menurut mereka paling ramah pada skala lima poin.  Dan dengan  nilai 89,1 kota Ubud di Bali berhasil menarik hati para responden sehingga masuk dalam 10 besar Kota Paling Ramah Di dunia.  Ubud berhasil menduduki peringkat ke-9 dalam survey ini.  Peringkat ke-9 juga dihuni oleh kota Kilkenny, Irlandia yang memperoleh nilai sama dengan Ubud.

ubudSawah di Ubud

Dalam majalah tersebut disebutkan bahwa Ubud terkenal dengan terasering sawahnya yang cantik yang berhasil menarik perhatian banyak turis internasional.  Selain itu, kota yang terletak di barat daya Bali ini dipilih karena memiliki banyak akomodasi mewah namun tetap dekat dengan alam.   Faktor lain yang membuat Ubud banyak dipilih menjadi yang paling ramah adalah masyarakat Ubud yang terbuka dan baik kepada para pengunjungnya. Semua ini makin disempurnakan dengan suasana yang tenang dan juga penuh dengan aura positif.

Ubud memang terbukti berhasil mencuri perhatian turis internasional. Bahkan Julia Roberts pun pernah datang ke Ubud untuk syuting film Eat, Pray, Love. Sementara itu, baru-baru ini musim ke-20 ajang pencarian model America’s Next Top Model mampir ke Pulau Dewata dan melakukan pemotretan di Ubud.

Berikut ini adalah daftar 10 kota paling ramah di dunia menurut majalah Conde Nast Traveler:

1. Florianopolis, Brazil

2. Hobart, Tasmania

3. Thimpu, Bhutan

4. Queenstown, Selandia Baru

5. Charleston, South Carolina

6. Paro, Bhutan

6. Margaret River, Australia

8. Mandalay, Myanmar

9. Kilkenny, Irlandia

9. Ubud, Indonesia

10. Chiang Mai, Thailand

Sebagai perbandingan, Edinburgh sebuah kota wisata di Inggris hanya menduduki peringkat di tempat ke-18 yang digambarkan sebagai “indah” kota dengan “getaran dingin”. Salah satu pembaca mencatat bahwa penduduknya yang ramah membuat “panduan untuk perjalanan wisata dengan sangat baik”,  bahkan sopir bus pun dengan senang hati pergi keluar dari jalan mereka untuk membantu.

Survei tersebut juga mengungkapkan kota-kota yang paling tidak ramah di dunia.  Newark di New Jersey terpilih sebagai kota paling kasar.  Banyak pembaca berkomentar bahkan hal tersebut sudah dapat anda nilai sejak pertamakali mendarat di bandara.

Berikut ini adalah daftar 10 kota paling ‘tidak ramah’ di dunia menurut majalah Conde Nast Traveler:

1. Newark, New Jersey

2. Islamabad, Pakistan

3. Oakland, California

4. Luanda, Angola

5. Kuwait City, Kuwait

6. Lome, Togo

7. New Haven, Connecticut

8. Detroit, Michigan

9. Atlantic City, New Jersey

10. Tangier, Maroko

 

source :  DailyMail/DreamersRadio

Jadwal Imsakiyah 1434 H / 2013 M Untuk Wilayah Pontianak Dan Sekitarnya

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H/2013 M.

Bagi Agan yang ingin tahu jadwal imsakiyah untuk Kota Pontianak dan sekitarnya silahkan inspeksi tabel di bawah ini yang di infokan langsung oleh RHI (Rukyatul Hilal Indonesia) .  Oh ya, RHI adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan diri dalam pengkajian, pengembangan dan soisalisasi ilmu falak di Indonesia.

imsyakiahJadwal Imsakiyah Untuk Kota Pontianak dan sekitarnya

Kalau Agan ingin jadwal untuk kota lainnya di Indonesia langsung saja ke TKP :

Jadwal Imsakiyah Indonesia

Pilih Kota yang Agan inginkan.  Jika hendak men-download jadwal tersebut silahkan klik di link ini :

Cara Download Jadwal Imsakiyah RHI

Semoga bermanfaat dan ibadahnya mabrur.

Prasasti Batu Bertulis Nanga Mahap, Penuh Misteri Di Tengah Belantara Kalimantan

Keberadaan sebongkah batu dengan volume lebih kurang 38 meter kubik di atas permukaan tanah ini memang menyimpan banyak misteri. Batu yang pernah diteliti oleh tim Puslitar dari Jakarta tahun 1982 lampau ini berukirkan ornamen berupa barisan keris (?) dan tulisan menggunakan huruf palawa, sehingga dapat diperkirakan bahwa batu tersebut diukir pada kisaran tahun 650 Masehi pada masa akhir Hindu dan awal Buddha. Astaga! Ternyata 2 abad lebih tua dari candi Borobudur  yang selesai dibangun pada tahun 824. Tulisan itu sendiri menggunakan bahasa sankskerta dan belum pernah dipublikasikan terjemahannya.

Batu yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Batu Bertulis ini ditemukan di Kampung Pait, Desa Sebabas, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Yang mencengangkan bahwa batu tersebut berdiri tunggal di kawasan tersebut. Tak nampak batu-batu lain di sekitarnya. Dan lebih mengherankan lagi, tidak ada satupun kerajaan Hindu atau Budha di belantara ini pun dalam radius ratusan kilometer. Bahkan Kerajaan Kutai yang merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia terletak nun jauh di sebelah timur pulau Kalimantan ini.

pbbt

Batu penuh misteri di tengah belantara

Boleh jadi batu ini adalah satu-satunya batu bertulis (prasasti) di Kalimantan selain Prasasti Kutai yang terkenal itu. Dapat dipastikan bahwa batu ini tidak diukir oleh penduduk kampung, mengingat Suku Dayak yang bermukim di sekitar Batu Bertulis tidak memiliki budaya atau ketrampilan mengukir batu, apalagi menurut tetua kampung, pada saat kampung mereka dibuka, batu berikut ukirannya sudah berdiri di sana. Maklum saja, pada jaman dahulu suku Dayak memang suka berpindah tempat mengikuti pembukaan ladang mereka yang juga berpindah-pindah.

Lantas siapa yang mengukirnya?. Dengan maksud apa? Mengapa harus terletak jauh dari tempat asal mereka? Apa makna dari ukiran dan tulisan di batu tersebut?. Agaknya Prasasti Batu Bertulis Kampung Pait masih akan menyimpan misterinya sendiri.

Bagi anda yang tertarik untuk melakukan penelitian atau sekedar berkunjung, Prasasti peninggalan Kerajaan Hindu di tanah air ini terletak di Kampung Pait,Kecamatan Nanga Mahap. Dari kota Sekadau menempuh perjalan darat dengan kendaraan roda empat sejauh 60 km menuju ibukota kecamatan Nanga Mahap,setelah itu perjalanan dilanjutkan sekitar 18 km menuju lokasi menggunakan kendaraan roda dua melewati jalan sirtu dan rabat beton.

replika

Replika di Museum Pontianak

Namun jika anda belum mempunyai rencana atau waktu untuk berkunjung, maka anda dapat melihat Replika Parasati Batu Bertulis Kampung Pait di Plaza Museum Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

koleksi pribadi

Benarkah Freeport Adalah Negara Bagian Amerika?

Sepertinya akhir-akhir ini Indonesia kekurangan uang sehingga kesulitan untuk memberikan rakyatnya subsidi BBM dan berniat menaikkan harganya.  Alhasil rakyat Indonesia harus kembali mengencangkan ikat pinggang yang sejatinya memang sudah kencang sejak lama.  Miskinkah Indonesia? Tentu saja tidak.  Karena Negara ini ternyata punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia.  Namanya PT. Freeport.

Pertambangan ini konon telah menghasilkan 7,3 Juta Ton tembaga dan 724,7 Juta Ton emas.  Coba kita uangkan jumlah tersebut dengan harga emas sekarang, anggap saja Rp.300.000,-/Gram. Sehingga 724,7 Juta Ton emas = 724.700.000.000.000 Gram x Rp 300.000. = 217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!!  ada yang bisa   baca nilai tersebut?.  Coba bandingkan dengan kegundahan Hatta Rajasa ketika subsidi BBM “baru” mencapai angka Rp, 300.000.000.000.000,-  atau terbilang 300 Triliun rupiah. (Tribun 4/4)

Harap dicatat, itu hanya untuk emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lainnya. Namun alangkah malangnya bukan kita yang mengelola pertambangan ini melainkan AMERIKA.  Sebenarnya boleh saja negara lain mengelola kekayaan di negeri ini karena alasan teknologi yang belum dimiliki Indonesia.  Namun jika sistim bagi hasil dengan prosentasenya adalah 1% untuk negeri pemilik tanah dan 99% untuk Amerika sebagai pihak yang mengelolanya sungguh CILOKO.  Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, yaitu URANIUM.  Bahan baku pembuatan nuklir itu melimpah ditemukan disana.  Belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli, konon kandungan uranium di sana cukup untuk membuat pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas yang dapat menerangi seluruh BUMI!.

pt-freeport-papua

 Isi perut bumi Indonesia

Keberadaan Freeport sejak kontrak karya ke- 1 adalah ilegal dalam transparansi dan ketetapan pajak bagi negara. Hasil Freeport baru diketahui secara resmi dan diatur dalam Undang- undang negara Indonesia sejak kontrak karya ke-2.

Kontrak karya pertama Freeport tahun 1967 sesungguhnya fiktif.  Indonesia sudah rugi sejak Freeport masuk. Sekarang pun tetap rugi karena konstitusi Negara ini mendukung emas dibawa ke Amerika dan negara lainnya di dunia. Pemerintah malah sibuk dengan kasus-kasus keamanan perusahaan di Papua, sedangkan ekonomi bangsa terabaikan.

Di bawah ini adalah gambaran apa saja tentang Freeport yang sudah berlalu. Agar bangsa ini dapat merefleksikan bagaimana solusi terbaik bagi Papua dan tentunya martabat bangsa Indonesia di ukur sejak penanganan kasus semacam Freeport diPapua. Dengan cadangan 25 milyar pon tembaga, 40 juta ons emas dan 70 juta ons perak, nilainya sekitar 40 milyar dollar AS berdasarkan harga berlaku. Freeport diberikan jaminan untuk bekerja di lokasi pertambangan untuk bertahun-tahun. Jika menemukan tambahan kekayaan mineral di atas 4,1 juta hektar di tanah sekitarnya akan menjadi hak eksklusif Freeport.

PT. Freeport Indonesia (PTFI atau Freeport) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport- McMoRan Copper & Gold Inc. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing- masing tambang Ertsberg dari {1967 – 1988} dan tambang Grasberg {sejak 1988}, di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Freeport-McMoRan berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan US$ 6,555 miliar pada tahun 2007. Mining Internasional, sebuah majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai yang terbesar di dunia. Freeport mulai banyak menarik perhatian masyarakat setelah terungkapnya berbagai permasalahan dan insiden yang terjadi di wilayah konsesi pertambangan perusahaan tersebut. Berbagai pendapat, baik dari media, lembaga swadaya masyarakat, serta akademisi menyoroti masalah yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, adaptasi sosio-kultural, keterlibatan TNI, bahkan hal-hal yang berkaitan dengan politik separatis dari kelompok penduduk asli.

benderaku

Benderaku

Namun, dalam tulisan ini permasalahan yang akan diulas adalah yang berkaitan dengan tidak optimalnya pengelolaan potensi ekonomi dan sumberdaya mineral di wilayah pertambangan tersebut bagi penerimaan negara. Berikut akan diuraikan mengenai potensi tembaga dan emas yang tersimpan di Grasberg dan Erstberg, serta pengelolaan pertambangan Freeport yang tidak optimal bagi pemerintah Indonesia. Akibatnya, manfaat ekonomi yang diperoleh pemerintah Indonesia tidak maksimal. Bahkan, dapat dikatakan Indonesia mengalami kerugian negara yang sangat besar karena tidak adil, tidak transparan dan bermasalahnya pengelolaan sumberdaya mineral itu.

Kontrak Karya yang Merugikan dari Generasi ke Generasi

Freeport memperoleh kesempatan untuk mendulang mineral di Papua melalui tambang Ertsberg sesuai Kontrak Karya Generasi I (KK I) yang ditandatangani pada tahun 1967. Freeport adalah perusahaan asing pertama yang mendapat manfaat dari KK I. Dalam perjalanannya, Freeport telah berkembang menjadi salah satu raksasa dalam industri pertambangan dunia, dari perusahaan yang relatif kecil. Hal ini sebagian besar berasal dari keuntungan yang spektakuler sekaligus bermasalah yang diperoleh dari operasi pertambangan tembaga, emas, dan perak di Irian Jaya, Papua.

KK I dengan Freeport ini terbilang sangat longgar, karena hampir sebagian besar materi kontrak tersebut merupakan usulan yang diajukan oleh Freeport selama proses negosiasi, artinya lebih banyak disusun untuk kepentingan Freeport. Dalam operasi pertambangan, pemerintah Indonesia tidak mendapatkan manfaat yang proposional dengan potensi ekonomi yang sangat besar di wilayah pertambangan tersebut. Padahal bargaining position pemerintah Indonesia terhadap Freeport sangatlah tinggi, karena cadangan mineral tambang yang dimiliki Indonesia di wilayah pertambangan Papua sangat besar bahkan terbesar di dunia.

Selain itu, permintaan akan barang tambang tembaga, emas dan perak di pasar dunia relatif terus meningkat. Dengan kondisi cadangan yang besar, Freepot memiliki jaminan atas future earning. Apalagi, bila ditambah dengan kenyataan bahwa biaya produksi yang harus dikeluarkan relatif rendah karena karakteristik tambang yang open pit. Demikian pula emas yang semula hanya merupakan by-product, dibanding tembaga, telah berubah menjadi salah satu hasil utama pertambangan. Freeport sudah sejak lama berminat memperoleh konsesi penambangan tembaga di Irian Jaya.

KK I Freeport disusun berdasarkan UU No 1/67 tentang Pertambangan dan UU No. 11/67 tentang PMA. KK antara pemerintah Indonesia dengan Freeport Sulphur Company ini memberikan hak kepada Freeport Sulphur Company melalui anak perusahaannya (subsidary) Freeport Indonesia Incorporated (Freeport), untuk bertindak sebagai kontraktor tunggal dalam eksplorasi, ekploitasi, dan pemasaran tembaga Irian Jaya. Lahan ekplorasi mencangkup areal seluas 10.908 hektar selama 30 tahun, terhitung sejak kegiatan komersial pertama. KK I mengandung banyak sekali kelemahan mendasar dan sangat menguntungkan bagi Freeport dan segelintir orang yang duduk di kursi kekuasaan. Coba baca ini : Sejarah Indonesia Waktu Diciptakan.

Wajar jika muncul dugaan bahwa freeport sebenarnya adalah negara bagian Amerika yang ada di Indonesia.  Benarkah?

Source : (deleteisrael/Kompasiana)