Karya Anak Bangsa : Papan Tulis Interaktif dari Purwokerto

Media papan tulis terus berevolusi, mulai dari papan hitam yang ditulis dengan kapur tulis, lalu beralih ke whiteboard dengan spidol, hingga layar presentasi yang menampilkan naskah dari komputer.

papan tulis interaktif di indonesiaproud wordpress com

Adalah Taufiq Ariefianto, pengajar SMK Tujuh Lima 2 di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah yang berinovasi membuat papan tulis interaktif, di mana gerakan tangan dan sentuhan seperti di papan tulis bisa muncul secara visual di layar presentasi.

Taufiq yang mengajar Teknik Komputer Jaringan, gemar mengutak-atik perangkat lunak dan keras. Dari mencoba-coba dan berbagi pengalaman dengan komunitas pengguna sumber terbuka (open source), dia menemukan teknologi yang membuat kegiatan presentasi jadi lebih menarik.

Taufiq memanfaatkan spidol dan stabilo bekas. Ia memodifikasi dengan menambahkan lampu inframerah, sistem penguatan sinyal, dan sebuah tombol sehingga menjadi pena yang dapat menulis di proyeksi presentasi pada dinding atau layar.

Tampilan pena ini mirip pena inframerah yang biasa digunakan untuk presentasi di layar proyektor. Bedanya, pena ini berfungsi ganda sebagai mouse yang dapat menggerakkan kursor dari proyeksi tampilan komputer.

Ketika tombol pena ditekan, gerakan lampu inframerah terekam oleh sensor pembaca gerak pada konsol permainan Wii yang meneruskan melalui sinyal bluetooth ke peranti lunak dalam laptop. Sinyal itu kemudian diterjemahkan menjadi format digital dan ditampilkan di layar.

Dengan perangkat lunak yang biasa digunakan untuk smartboard, pentabulous, maupun Iboard, pena dapat digunakan untuk menulis di layar seperti di papan tulis. Garis, tulisan, atau gambar yang dibuat dengan gerakan tangan itu kemudian terekam dalam format digital.

Pengembangan

Taufiq mengakui ada teknologi serupa, yakni smartboard. Tetapi, harganya mencapai Rp 20 juta. ”Sedangkan untuk membuat pena ini, biayanya sangat murah. Bekas stabilo tidak perlu beli, lampu inframerah juga hanya Rp 500. Bagi saya, yang penting kegiatan belajar-mengajar interaktif tanpa harus mengeluarkan banyak biaya,” katanya.

Karya Taufiq memenangi juara pertama dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat Jateng 2012. Karya itu masuk dalam daftar 104 inovator nasional versi Kementerian Riset dan Teknologi.

Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jateng, Akmal Afif, menyatakan bahwa meskipun sudah ada teknologi serupa, nilai terpenting dari inovasi yang diciptakan masyarakat adalah kronologi penciptaan yang dilakukan. Ada proses pembelajaran di dalamnya. Produk yang dihasilkan biasanya lebih canggih atau lebih efisien dari yang ada.

Karena itu pula, Taufiq tidak khawatir kalau apa yang dilakukannya ditiru pihak lain. Karena sering berinteraksi dengan para pengguna sumber terbuka, ia menjadi sangat terbuka. Untuk mengurus hak paten, kalau tidak didorong oleh Balitbang Jateng, Taufiq tidak akan mengurusnya.

Kepala Balitbang Jateng Sri Atmodjo menuturkan, semangat masyarakat Jateng untuk menghasilkan karya-karya inovasi termasuk tinggi, tetapi belum banyak yang bisa mendapat hak paten. Sulitnya proses dan mahalnya biaya untuk mengurus menjadi kendala bagi warga mematenkan produk mereka.

”Yang paling sulit adalah memastikan orisinalitasnya. Kebanyakan berupa produk modifikasi. Tetapi, itu bukan masalah. Sebab bagi masyarakat, temuan mereka itu berguna bagi kepentingan mereka, bukan untuk keperluan komersial,” ujar Sri.

Sumber: kompas.com

Inovasi Perahu Motor Berbahan Bakar Dari Kubu Raya

Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah pada tanggal 1 April kemarin sungguh memusingkan semua pihak.  Karena di negeri ini, kenaikan harga BBM hampir pasti diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya termasuk di sektor jasa.  Ini berarti akan ada beban tambahan bagi masyarakat, daya beli menurun sementara penghasilan tidak bertambah, sehingga mahasiswa dan rakyat merasa perlu turun ke jalan melakukan demontrasi untuk menolak kenaikan harga BBM di seluruh penjuru negeri.  Sementara di pihak pengambil kebijakan, pemerintah katanya juga serba salah antara pentingnya menaikkan harga BBM dengan kemampuan APBN yang katanya kewalahan akibat bertambahnya beban subsidi BBM akibat meroketnya harga minyak dunia.  Walahualam!

Meskipun kemudian ternyata harga BBM bersubsidi tidak jadi naik, celakanya harga-harga sudah terlanjur naik.  Dan dari sejarah harga di Indonesia yang pernah tercatat,  ternyata jika harga sudah naik sulit untuk turun kembali….

Terlepas dari hal tersebut di atas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tengah mengembangkan inovasi teknologi tepat guna mengganti bahan bakar bensin ke bahan bakar gas perahu bermotor nelayan. “Kami membentuk tim mengembangkan teknologi tepat guna mengkonversi bensin ke gas. Mesin yang kita kembangkan ini menggunakan dua bahan bakar yang dapat dipilih sendiri oleh masyarakat. Jadi mesinnya bisa menggunakan bahan bakar bensin, bisa juga bahan bakar gas,” kata Kepala Bidang Ikan Tangkap, Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, Jemain (Equator, 12/3).

Pengembangkan mesin sampan bermotor menggunakan bahan bakar gas didorong keprihatinan masih banyak nelayan yang terbebani dengan mahalnya harga bahan bakar. Dengan bahan bakar gas, nelayan bisa menghemat pengeluaran hingga empat kali lipat. Satu tabung gas 3 kg bisa digunakan untuk perjalanan selama 10 jam dengan jarak tempuh lebih dari 20 kilometer. Selain itu juga mengurangi emisi gas, karena mesin yang menggunakan bahan bakar gas ini sama sekali tidak mengeluarkan asap. Riset untuk pengembangan mesin tersebut selama enam bulan.   Sudah dilakukan beberapa kali uji coba dan hasilnya sangat memuaskan.  Mesin ini juga dapat menggunakan dua bahan bakar sekaligus, yaitu Bensin dan Gas.

Test drive oleh Bupati Kubu Raya

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Kubu Raya,  Muda Mahendrawan mengatakan, pengembangan mesin berbahan bakar gas itu dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil, khususnya para nelayan kecil yang selama ini terus terbebani dengan mahalnya harga BBM.

Narasumber  : Lembaga Energi Hijau

Sekarang telah tersedia converter kit untuk bahan bakar gas perahu bermotor.  Bagi yang berminat dapat menghubungi via email : lembagaenergihijau@yahoo.com / Hp. 081345039789

Mantaps! Indonesia Dominasi Juara Kontes Robot di Amerika

Mantaps!. Tim robot dari tiga perguruan tinggi Indonesia, yakni ITB, ITTelkom, dan Unikom (Bandung) mendominasi lomba robot cerdas “Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC)” di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS.

Tidak tanggung-tanggung, Tim Indonesia meraih 8 gelar bergengsi pada ajang tersebut. Seperti dilansir dari Antara, ke-delapan gelar adalah juara satu dan dua (robot pemadam api divisi beroda/ITTelkom); juara satu, dua, dan tiga (robot pemadam api divisi berkaki/ITTelkom dan ITB); juara satu (RoboWaiter divisi Entry Level/Unikom); serta juara satu dan dua (RoboWaiter divisi Advanced/Unikom).

TCFFHRC adalah kompetisi tahunan robot cerdas pemadam api yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS. Dan kali perlombaan ke 19 kali ini diikuti oleh 130 tim yang bertanding pada berbagai kategori.


Aturan pertandingan pada kompetisi TCFFHRC diadopsi pada kompetisi robot di berbagai negara, mulai tingkat regional hingga nasional. Indonesia juga mengadopsi aturan kompetisi di TCFFHRC pada ajang Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk kategori robot beroda dan kategori robot berkaki.

Ada beberapa divisi pertandingan pada TCFFHRC. Pada divisi Fire-Fighting, robot secara cerdas dan mandiri berusaha mencari api dalam labirin yang menyerupai denah ruangan rumah, kemudian mematikan api itu dan kembali ke posisi semula. Divisi fire-fighting terbagi dua kategori, yaitu divisi robot beroda dan divisi robot berkaki.

Untuk divisi RoboWaiter, robot bertugas menjadi pendamping orang tua yang memiliki keterbatasan (disable), yakni robot bertugas mengambil piring dari tempat penyimpanan makanan/kulkas dan memindahkannya ke meja tempat orang tersebut akan makan. Divisi ini juga ada dua kategori, yakni Entry Level dan kategori Advanced.

Narasumber : Infospesial.net

Robot Pembatik Ciptaan Guru SMK

Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman.  Agus Martoyo, guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tegal, Jawa Tengah, baru-baru ini berhasil menciptakan robot pembatik yang mampu mempercepat proses pembuatan pola batik tulis dengan hasil produksi lebih tinggi dibanding proses manual.  Robot pembatik ini bahkan mampu melukis aneka motif batik tulis layaknya tangan-tangan terampil pembatik handal.

“Robot itu kami namakan Robotika Machine 7NG-1110. Ini kami buat untuk mempercepat proses membuat pola secara langsung di atas kain tanpa menggunakan alat gambar manual,” kata Agus Martoyo, guru mata pelajaran Elektronika dan Mesin SMKN 1 Kota Tegal di pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Minggu.

Guru kelas sekaligus pencipta mesin robot batik tersebut mengatakan, ide awal menciptakan robot batik berawal dari keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola sehingga muncullah ide menciptakan mesin yang dapat membubuhkan cairan malam ke kain dengan corak tertentu.

“Saya kerap mendengar keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola, terutama saat permintaan pasar tinggi, waktu terbatas, dan tenaga pembatik kurang,” katanya.

Menurut dia, untuk membantu memecahkan keluhan para pengusaha batik tersebut, pada Juni 2011 ia mulai merancang dan merakit sejumlah komponen elektronika hingga menjadi sebuah mesin batik, bahkan proses pembuatan robot hanya memakan waktu sekitar satu bulan.

“Robot tersebut mampu membuat pola dalam waktu tiga jam atau lebih cepat dari cara manual yang dapat memakan waktu hingga tiga minggu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alat tersebut terdiri atas mesin komputer dilengkapi dengan basis vektor dan basis komputer “idea manufacturer” serta sebuah mesin yang berfungsi untuk mengaplikasikan pola batik seperti yang tertera di layar komputer ke lembaran kain, setelah pola terbentuk dibutuhkan software corel draw untuk mempermudah file yang akan dimasukan ke mesin tulis.

“Mesin itu juga dilengkapi dengan tempat untuk menampung cairan malam dengan berat anatara 10-15 gram, sehingga saat mesin dioperasikan maka cairan malam tersebut secara otomatis akan membentuk pola batik dalam kain yang terbentang dengan lebar maksimal 120×150 sentimeter,” katanya.

Alat berdaya listrik 300 watt dan sistem operasinya dikendalikan melalui komputer tersebut, kata dia, cara kerjanya mirip mesin bordir dan telah diujicobakan oleh sejumlah pengusaha batik di Kota Tegal dan sekitarnya, bahkan rencananya akan dijual seharga Rp40 juta per unit.

“Sementara ini hanya satu unit robot batik yang saya ciptakan dan digunakan untuk pelatihan para siswa. Bahkan akan dikembangkan lagi agar lebih canggih dan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha oleh para siswa saya,” katanya.

Menurut dia, secara keseluruhan robot tersebut telah berfungsi sesuai harapan namun masih ada sejumlah kekurangannya antara lain pada tahap penerapan perangkat lunak, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan robot tersebut agar lebih canggih.

 

Narasumber : AntaraNews.com

Tiga Siswi SMU Hasilkan Listrik Dari Ekstrak Daun Sambiloto

Tiga Siswi SMU Hasilkan Listrik Dari Ekstrak Daun Sambiloto

 Daun Sambiloto

Krisis energi yang perlahan semakin terasa dampaknya, mengilhami tiga orang siswi di SMUN 1 Bantul, Yogyakarta untuk menemukan solusi sederhana atas permasalahan tersebut. Ajang lomba karya tulis ilmiah tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa-Bali 2011 yang digelar oleh UPTD SMAN 2 Nganjuk, Jawa Timur mereka jadikan wadah untuk mempertunjukkan jerih payah mereka.

Ketiganya melakukan riset selama 4 bulan untuk menemukan sumber energi alternatif yang banyak ditemukan di sekeliling kita. Usaha mereka tidak sia-sia. Pilihan mereka akhirnya jatuh pada daun tanaman yang bernama latin Andrographis paniculata atau di masyarakat Indonesia dikenal dengan Sambiloto.

Rima Melati, Sri Astutiningsih dan Muafiqoh Dwiarini tidak sendirian dalam melakukan risetnya. Mereka didampingi Kepala SMUN 1 Bantul, Drs.  Isdarmoko, M.Pd serta Reni Shintasari, mahasiswa Fisipol UGM.

Proses pembuatan sumber energi listrik alternatif yang bekerja dengan prinsip baterai tersebut, menurut Rima Melati, salah satu dari tim riset tersebut terbilang cukup rumit. Setelah tiga bulan, mereka baru menemukan bahwa ekstrak daun Sambiloto tersebut mempunyai sifat elektrolitis. Sebanyak 1 kilogram daun Sambiloto ditumbuk dan diblender untuk mendapatkan ekstraknya yang kemudian dicampur dengan 2,5 liter air murni atau aquades. Hasilnya tiga liter baterai cair dari daun Sambiloto.

Dalam uji coba yang dilakukan saat lomba pada 3 April 2011 lalu, baterai cair dari ekstrak daun Sambiloto yang terdiri dari 6 buah sel dan menghasilkan tegangan 2,5 Volt tersebut mampu menyalakan lampu berdaya listrik 0,72 Watt.  Setiap sel baterai berisi 500 mililiter dan dipasang elektroda yang terbuat dari pelat seng dan tembaga. Menurut mereka, ekstrak daun Sambiloto tersebut sebenarnya sanggup untuk menyalakan lampu 5 Watt selama satu bulan penuh. Hanya saja dibutuhkan 16 liter ekstrak daun tersebut.

Sama seperti baterai pada umumnya, baterai cair ekstrak daun Sambiloto tersebut perlu pemeliharaan jika sudah mengalami penurunan kinerja. Jika baterai biasa harus diisi ulang atau dialiri listrik lagi, maka pada baterai daun Sambiloto perlu ditambahkan lagi ekstraknya.

Meski hasil riset mereka sederhana, tetapi langkah yang mereka lakukan kembali mengingatkan bahwa banyak cara untuk menghasilkan energi alternatif dengan memanfaatkan berbagai potensi yang tersedia di sekeliling kita.

 

Narasumber : PlanetHijau.com

Kreatif! Alat Pendeteksi Banjir Lahar Dingin Dengan Sinyal Bahaya Via SMS

Estu Jati Pratitis dan alat pendeteksi lahar dingin buatannya (Foto: UMY)

Estu Jati Pratitis dan alat pendeteksi lahar dingin buatannya (Foto: UMY)

Selain bertukar kabar, short message service (SMS) juga bisa menjadi alarm bahaya banjir lahar dingin. Bagaimana caranya?

Hal ini mungkin dilakukan melalui penemuan terbaru dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Salah satu mahasiswanya, Estu Jati Pratitis, menciptakan alat pendeteksi banjir lahar dingin. Sinyal bahaya dikirimkan melalui SMS.

Selama delapan bulan, Estu mengutak-atik peralatan sederhana yang dapat mendeteksi getaran atau tumbukan sebagai sinyal awal akan datangnya banjir lahar dingin.

Alat buatan Estu mendeteksi getaran pada besaran frekuensi hertz (Hz) dan Analog to Digital Converter (ADC). Estu menjelaskan, frekuensi menjadi parameter utama sebagai acuan besarnya getaran dibandingkan ADC.

“Kemudian, faktor yang mempengaruhi besar kecilnya frekuensi adalah jumlah getaran yang terjadi dalam satu detik yang diterima sensor,” kata Estu seperti dikutip dari laman UMY, Senin (5/12/2011).

Rangkaian alat pendeteksi banjir lahar dingin ini terdiri dari sensor speaker, rangkaian controller, dan rangkaian pengirim SMS. Cara kerja alat ini dimulai dengan pendeteksian getaran yang timbul dari material vulkanik oleh sensor speaker. Ketika terdeteksi, akan muncul sinyal yang disebut sinyal pengkondisi.

Sinyal ini kemudian ditangkap oleh rangkaian controller untuk dihitung nilai Frekuensi (Hz) dan ADC yang dihasilkan.

“Jika hasil frekuensi dan ADC melewati ambang batas >1.000 Hz maka akan langsung masuk pada rangkaian modul pengirim SMS, dan pesan tentang bahaya banjir lahar dingin akan segera terkirim ke telepon seluler penerima SMS tersebut,” imbuh Estu.

Alat tersebut juga berfungsi sebagai perangkat early warning system (EWS) untuk bencana bajir lahar dingin. Estu dan kedua dosen pembimbingnya, Ir. Agus Jamal, M.Eng. dan Iswanto, S.T., M.Eng, pun telah melakukan uji coba laboratorium melalui pengujian nilai frekuensi, nilai ADC, dan modul pengiriman SMS.

Dia berharap, alat buatannya itu dapat membantu masyarakat di kawasan rawan bencana lebih siaga dan sigap ketika bencana lahar dingin datang.

Narasumber : OkeZone

Mantaps! Pelajar SMP Ciptakan Battery Charger Menggunakan Sepatu, Raih Emas di Taiwan

Mantaps! Pelajar SMP dari NTB raih emas di acara Asian Young Inventions of Energy Exhibition (AYEE 2010) yang diadakan di Tainan, Taiwan.

Dalam kesempatan ini, tim Indonesia dibawah binaan LIPI mengirimkan tiga inventor muda indonesia unttuk mewakili Indonesia dalam lomba tersebut. Tidak tanggung, tanggung yang ikut mendampingi adalah adalah Kepala LIPI yang baru Prof. Lukman Hakim dan Kepala Biro Kerja Sama dan Permasyarakatan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dr. Dedi Setia Permana. Dalam acara ini LIPI mengirimkan tim beranggotakan 3 pelajar Indonesia yaitu Dewi Lestari (pelajar SMA asal Bulukumba, Sulawesi Selatan), Safira Dwi Tyas Putri ( Pelajar SMP asal Lombok, NTB) dan Muhammad Wildan Yahya (Pelajar SMA asal Kediri, Jawa Timur).  Mereka adalah pemenang kompetisi serupa di tanah air yang diadakan tahun lalu. Safira Dwi Tyas Putri merupakan siswi SMPN 1 Aikmel, Lombok Timur, NTB. Dan hebatnya mereka ber 3 semuanya mendapat medali di kejuaraan ini.

http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2010/11/eq6dos4l.jpg?w=485&h=313
Di acara perdana yg diikuti oleh sejumlah pelajar dari Indonesia, Malaysia, Hongkong, Korea Selatan, dan Taiwan ini, pelajar-pelajar Indonesia ini mengukir prestasi yang  menggembirakan. Safira Dwi Tyas Putri, yg biasa di sapa Putri, berhasil memperoleh medali emas untuk karyanya tentang battery charger, semacam generator listrik sederhana yg dipasang di sepatu dengan karya tulis “Sepatu Sumber Energi Listrik”. Dengan teknologi ini, pengguna bisa menge-charge baterai handphone sambil berjalan menggunakan sepatu tersebut. Sungguh sangat kreatif dan inovatif!

Sementara Wildan membawakan inovasi mengenai produksi 4 buah produk (biodiesel, bioethanol, biogas dan pupuk organik) dari kelapa melalui pengolahan bertingkat secara terintegrasi, memperoleh medali perak untuk kategori pelajar SMA.  Sedangkan Dewi memperoleh medali perunggu untuk karyanya tentang produksi biofuel dan briket dari kelapa.

Sebuah prestasi yang  membanggakan dan semoga terus berlanjut di masa-masa mendatang.  Semoga prestasi yang diraih putra-putri terbaik indonesia ini bisatetap dipertahankan dan diikuti oleh pelajar-pelajar lainnya.

Kabar baik lainnya, sepatu ciptaan Putri diberitakan akan dibeli lisensinya oleh perusahaan sepatu di Korea.

source : Sasak.org